Kamis, 11 Agustus 2022
13 Muharram 1444

Awali Sesi I, IHSG Menghijau Lawan Sentimen Suku Bunga AS dan Pelemahan Harga Komoditas

Selasa, 11 Jan 2022 - 09:26 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Whatsapp Image 2022 01 11 At 09.09.41 - inilah.com
Tampilan platform trading Indopremier Sekuritas. Foto: Inilah.com/Ahmad Munjin

Pada sesi pertama perdagangan Selasa (11/1/2022), laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau. Penguatan terjadi di tengah negatifnya sentimen dari ekspektasi kenaikan suku bunga AS dan pelemahan harga-harga komoditas.

Dalam lima menit pertama perdagangan atau hingga pukul 09.05 WIB, IHSG menguat 23,842 poin (0,36%) ke posisi 6.714,966. Posisi tertingginya di angka 6.727,767 atau menguat 36,643 poin dan terendahnya di 6.705,446 atau menguat 14,322 poin.

Kepala riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, pelaku pasar masih mengkhawatirkan akan terjadinya percepatan kenaikan Fed Fund Rate (FFR) dan terus naiknya yield obligasi AS untuk semua tenor.

“Ekspektasi itu seiring tingginya ancaman inflasi dan selesainya Bond Buying Program,” kata Edwin dalam riset dikutip Selasa (11/1/2022).

Bahkan, lanjut Edwin, Goldman Sachs memperkirakan FFR akan naik 4 kali di tahun 2022 ini. Ekspektasi kenaikan suku bunga tersebut menjadi faktor penekan Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) kembali turun sebesar 0,45%, setelah selama minggu lalu turun 0,29%.

Baca juga
Ketum PSSI Langsung Sujud Syukur Begitu Indonesia Menekuk Malaysia

Kejatuhan dari Indeks DJIA tersebut, menurut dia, jika dikombinasikan dengan kejatuhan iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) sebesar 0,26% berpotensi mendorong IHSG kembali turun di hari Selasa ini.

Kondisi itu diperparah dengan sentimen negatif dari kejatuhan harga beberapa komoditas, seperti minyak yang turun 0,62% dan batu bara yang turun 3,95%.️ “Laju IHSG diperkirakan berada dalam kisaran support 6.643 dan resistance 6.739,” ungkap Edwin.

Di atas semua itu, Edwin merekomendasikan beberapa saham pilihannya sebagai berikut:

  1. Saham PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) dalam kisaran support Rp1.110 dan resistance Rp1.250. Rekomendasi strong buy di Rp1.165 dengan target harga di Rp1.250 dan stop-loss di Rp1.110;
  2. Saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dalam kisaran support Rp760 dan resistance Rp840. Rekomendasi beli di Rp800 dengan target harga di Rp840 dan stop-loss di Rp760;
  3. Saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dalam kisaran support 4.080 dan resistance Rp4.510. Rekomendasi strong buy di Rp4.300 dengan target harga di Rp4.510 dan stop-loss di Rp4.080;
  4. Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dalam kisaran support Rp1.690 dan resistance Rp1.870. Rekomendasi strong buy di Rp1.780 dengan target harga di Rp1.870 dan stop-loss di Rp1.690;
  5. Saham PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) dalam kisaran support Rp1.470 dan resistance Rp1.630. Rekomendasi strong buy di Rp1.550 dengan target harga di Rp1.630 dan stop-loss di Rp1.470;
  6. Rekomendasi beli saham-saham lainnya adalah PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), Metrodata Electronics Tbk (MTDL) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).
Baca juga
Foto: HET Dicabut, Minyak Goreng Kemasan Tembus Rp24.000 Per Liter

Sebanyak 188 saham menguat, 213 saham melemah, 146 saham stagnan, dan 342 saham belum ditransaksikan.

Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp692,8 miliar dan Rp1,05 triliun di pasar negosiasi. Total transaksi mencapai Rp1,74 triliun. Sementara itu, investor asing mencatatkan pembelian saham senilai Rp195 miliar dan penjualan saham senilai Rp129,8 miliar. Alhasil, investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net foreign buy) senilai Rp65,2 miliar.

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar