Awas Jebakan Utang Jilid II di Pembangunan Ibu Kota Baru!

Awas Jebakan Utang Jilid II di Pembangunan Ibu Kota Baru! - inilah.com

Direktur Center of Economic and Law studies (CELIOS), Bhima Yudhistira mengingatkan potensi jebakan utang Jilid II dari China dalam proyek pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim).

Namun demikian, dia belum bisa menyebut berapa angka kenaikannya. “Ya, masih kita hitung berapa angkanya,” ungkap ekonom muda ini kepada Inilah.com, Jakarta, Sabtu (16/10/2021)

Terkait utang luar negeri, Bhima mengaku ada yang aneh. Data Bank Indonesia (BI), utang luar negeri BUMN sektor properti per Agustus 2021, mengalami kenaikan 3,42 persen.

Padahal, kata Bhima,  bisnis sedang sepi lantaran pandemi COVID-19. Di saat pertumbuhan utang luar negeri dari swasta melemah, utang BUMN malah naik.

Baca juga  Polda Metro Tangkap 48 WNA Asal China dan Vietnam Terkait Pemerasan

“Ini sudah janggal, kok swastanya ngerem utang, justru BUMN yang gencar berutang. Padahal situasi dunia bisnis pada Agustus kan masih mengalami lonjakan COVID-19,” paparnya.

Selain itu, Bhima mempertakan hasil laporan AidData yang membeberkan adanya kenaikan utang berbentuk hidden debt di negara yang menjalin kerja sama proyek infrastruktur dengan China, termasuk Indonesia.

“Hidden debt adalah utang yang tidak transparan atau dilaporkan sebagai utang pemerintah, karena melalui skema rumit seperti pembentukan joint venture hingga SPV (perusahaan cangkang) yang melibatkan entitas perusahaan negara,” ungkapnya.

Kata Bhima, utang terselubung (hidden debt) China, seolah berskema B2B (Business to Business). Selanjutnya, BUMN membuat konsorsium, padahal yang menjamin proyek dan pendanaan adalah pemerintah.

Baca juga  Inggris: China Bahayakan Stabilitas Kawasan Soal Taiwan

“Kalau hidden debt lebih susah lagi mengawasi BUMN. Apalagi proyek yang didanai China sangat rentan korupsi,” ungkapnya.

Tinggalkan Komentar