Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

Awas Rekening Tabungan Dijebol, Hati-hati Kalau Dapat Email Seperti Ini

Sabtu, 18 Jun 2022 - 23:05 WIB
Awas Rekening Tabungan Dijebol, Hati-hati Kalau Dapat Email Seperti Ini
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengedukasi masyarakat agar tak terjebak penipuan keuangan.

Akhir-akhir ini, marak beredar aksi penipuan melalui email yang mengatasnakaman lembaga keuangan. Sasarannya duit di rekening bank dijebol.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Triyono Raharjo untuk tidak lekas percaya apabila menerima email dari akun yang mengatasnamakan dari lembaga keuangan. Intinya, jangan mudah percaya, perlu cek dan ricek.

Praktik penipuan dengan email yang mengatas-namakan lembaga keuangan tertentu, alias email phising ini, mulai banyak korbannya.

“Email phishing adalah salah satu modus penipuan di dunia maya dengan cara mengelabui korban dengan mengaku sebagai karyawan atau lembaga jasa keuangan resmi. Tujuannya menjebak korban agar memberikan data keuangan, atau data lainnya,” kata Triyono, Sabtu (18/6/2022).

Baca juga
OJK: Influencer yang Beri Saran Investasi Harus Punya Izin

Ada beberapa ciri email phising yang dapat diketahui masyarakat. Pertama, email phising kerap menggunakan nama akun email yang mirip dengan email resmi lembaga jasa keuangan. Oleh sebab itu klik detil alamat pengirim email untuk memastikan keaslian pengirim.

Kedua, meminta data pribadi seperti kata sandi, One Time Password (OTP), nomor kartu kredit atau debit, masa berlaku kartu kredit atau debit atau lainnya. Masyarakat harus ingat bahwa lembaga jasa keuangan tidak akan meminta data tersebut kepada nasabah.

“Ketiga, email phishing biasanya akan meminta targetnya untuk mengklik link atau tautan atau mengunduh file dengan iming-iming untuk mendapat diskon, melihat berita, dan lainnya,” ujarnya.

Baca juga
OJK bakal Tangkis Dampak Kenaikan Suku Bunga The Fed ke Pasar Modal

Keempat, pengirim email phising selalu mendesak korbannya untuk cepat mengambil keputusan. Email phishing juga biasanya akan meminta korban untuk mengambil keputusan dengan cepat dengan berbagai alasan seperti ada transaksi mencurigakan sehingga harus segera memblokir kartu, masa promo akan cepat habis.

“Kelima, rayuan lain agar korban terpedaya atau panik sehingga tidak sempat berpikir lama. Jika mengalami hal demikian masyarakat dapat langsung menghubungi kontak layanan konsumen lembaga jasa keuangan yang dicatut dalam email phising untuk memastikan email yang diterima benar atau tidak,” tambahnya.

Tinggalkan Komentar