7 Ayah dan Anak yang Jadi Pemain Bola, Pernah Main di Klub Sama

Jordi Cruyff berfoto dengan sang ayah, Johan Cruyff, dengan menggunakan seragam Barcelona. (Foto: Instagram / @jordicruyff)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Banyak pemain sepak bola yang bersaudara seperti Inaki dan Nico Williams. Tapi, tahukah Anda? Ada juga ayah dan anak yang pernah membela klub yang sama.
Penggemar sepak bola pasti tidak asing dengan Paolo Maldini. Tapi, buat Anda yang tak tahu, Paolo Maldini merupakan legenda sepak bola Italia.
Paolo Maldini dianggap sebagai salah satu bek terbaik yang pernah ada. Ia menghabiskan seluruh kariernya bersama AC Milan dengan koleksi 25 trofi!
Tapi, kalau Anda menyelam di internet, pasti akan menemukan nama Cesare Maldini yang dikaitkan dengan Paolo Maldini.
Keduanya memang punya hubungan dekat sebab Cesare adalah ayah kandung Paolo. Selain itu, Cesare juga pernah bermain di AC Milan.
Namun, Cesare dan Paolo bukan satu-satunya pasangan ayah-anak yang terkenal di sepak bola, lho!
Jejak Ayah dan Anak di Dunia Sepak Bola
1. Cesare dan Paolo Maldini
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Cesare dan Paolo Maldini merupakan ayah dan anak yang paling dikenal dalam sejarah sepak bola.
Keduanya sama-sama berprestasi bareng AC Milan. Cesare memang tak seperti anaknya yang cuma membela AC Milan sepanjang kariernya.
Cesare juga pernah bermain untuk Torino. Namun, lima trofi milik Cesare semuanya diraih bersama AC Milan yaitu empat Serie A dan satu Liga Champions.
Sementara, Paolo Maldini memenangi 25 gelar bersama Rossoneri, julukan AC Milan. Beberapa di antaranya adalah tiga Liga Champions dan tujuh Serie A.
2. Paolo dan Daniel Maldini
Kalau tadi membahas Paolo dan ayahnya, sekarang giliran Paolo dan anaknya yaitu Daniel Maldini.
Seperti kakek dan sang ayah, Daniel Maldini mengawali kariernya di akademi AC Milan. Ia juga sempat bermain 24 kali dengan skuad senior Rossoneri.
Namun, karier Daniel di AC Milan tak sepanjang Cesare dan Paolo. Daniel lalu pindah ke Monza pada 2024 dan akhirnya direkrut Atalanta pada Januari 2025.
Meski begitu, Daniel sudah meraih gelar juara Serie A 2021/2022 bersama AC Milan.
3. Johan dan Jordi Cruyff
Siapa yang tidak mengenal Johan Cruyff? Legenda sepak bola itu meraih banyak kesuksesan, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Johan Cruyff mengoleksi 19 trofi bersama Ajax Amsterdam termasuk tiga Liga Champions beruntun pada 1970/1971, 1971/1972, dan 1972/1973.
Ia juga memenangi delapan kali Eredivisie atau kasta tertinggi Liga Belanda. Performanya di Ajax juga membuat Johan mendapat dua Ballon d’Or pada 1971 dan 1973.
Setelah sembilan tahun di Ajax, Johan pindah ke Barcelona dan bermain di sana selama lima tahun.
Koleksi trofinya bareng Barcelona cuma dua yaitu LaLiga dan Copa del Rey. Tapi, Johan sukses meraih Ballon d’Or ketiganya pada 1974.
Saat menjadi pelatih, kariernya justru lebih cemerlang di Barcelona dengan 11 gelar termasuk satu Liga Champions dan empat LaLiga.
Johan juga berperan besar dalam pengembangan La Masia hingga menjadi salah satu akademi sepak bola terbaik.
Anaknya yang bernama Jordi Cruyff merupakan lulusan La Masia. Namun, ia cuma dua musim bermain di tim utama Barcelona pada 1994-1996.
Ia mencetak 11 gol dalam 54 pertandingan dan hanya meraih satu gelar bareng Barcelona yaitu Supercopa de Espana 1994/1995.
Jordi Cruyff lebih banyak juara bareng Manchester United dengan enam trofi termasuk satu Liga Champions dan tiga Premier League.
4. Alf-Inge dan Erling Haaland
Perjalanan Alf-Inge di Inggris dimulai ketika bergabung dengan Nottingham Forest pada 1994-1997.
Setelah bermain 87 kali bareng Nottingham Forest, Alf-Inge pindah ke Leeds United hingga tahun 2000.
Alf-Inge lalu pindah ke Manchester City pada Juni 2000. Sebulan kemudian, sang istri yang bernama Gry Marita Braut melahirkan Erling Haaland.
Dua belas tahun setelahnya, giliran Erling yang bermain untuk Manchester City. Karier sepak bolanya bahkan jauh melebihi sang ayah.
Erling Haaland sudah meraih enam gelar di Man City yaitu satu Liga Champions, dua Premier League, satu UEFA Super Cup, satu FA Cup, dan satu Community Shield.
5. Peter dan Kasper Schmeichel
Peter Schmeichel awalnya tak dikenal publik Inggris saat tiba di Manchester United pada Agustus 1991.
Namun, Peter langsung membuktikan kehebatannya di bawah mistar gawang. Ia mengantarkan MU juara 13 kali termasuk pencapaian treble winner 1998/1999.
Man United menjadi tim Inggris pertama yang meraih treble setelah memenangi Premier League, Piala FA, dan Liga Champions dalam satu musim.
Warisan Peter diteruskan sang anak, Kasper Schmeichel yang pernah bermain di berbagai klub termasuk Manchester City, Leicester City, dan Celtic.
Namun, karier Kasper kebanyakan dihabiskan di Leicester City. Ia bermain 479 kali dengan raihan empat trofi yaitu Premier League, FA Cup, Community Shield, dan Championship.
Kasper disebut-sebut punya mimpi besar untuk membela Manchester United. Tapi, mengingat umurnya yang tak lagi muda, peluang itu rasanya sudah tertutup.
6. Patrick dan Justin Kluivert
Patrick Kluivert membela berbagai klub besar selama kariernya termasuk Ajax, AC Milan, Barcelona, dan PSV Eindhoven.
Namanya mulai terkenal setelah membawa Ajax juara Liga Champions 1994/1995.
Ia juga meraih lima gelar lainnya yaitu UEFA Super Cup, dua KNVB-Cup, dan satu Intercontinental Cup.
Sementara di Barcelona, Patrick hanya sekali juara LaLiga pada musim 1998/1999. Sang anak yang bernama Justin Kluivert kini mengikuti jejaknya.
Justin tumbuh dari akademi Ajax, sebelum berkelana ke AS Roma, RB Leipzig, Nice, Valencia, hingga direkrut Bournemouth pada Juli 2023.
7. Lilian, Marcus, dan Khepren Thuram
Lilian Thuram dikenal sebagai salah satu pesepak bola Prancis terbaik sepanjang masa. Ia membawa negaranya juara Piala Dunia 1998 dan Euro 2000.
Selain itu, Lilian Thuram juga sukses bersama klub-klub yang dibelanya seperti AS Monaco, AC Parma, Juventus, dan Barcelona.
Lilian mengoleksi masing-masing tiga trofi di Juventus dan AC Parma. Di Juventus, ia memenangi dua Serie A dan satu Supercoppa Italiana.
Sementara di AC Parma, Lilian meraih trofi Liga Europa, Coppa Italia, dan Supercoppa Italiana.
Lilian Thuram juga juara Ligue 1 bareng AS Monaco dan Supercopa de Espana di Barcelona.
Kehebatan Lilian Thuram diteruskan oleh anak-anaknya, yakni Marcus Thuram dan Khephren Thuram yang main di Liga Italia.
Marcus membela Inter Milan dan Khepren memperkuat Juventus. Keduanya juga membela Timnas Prancis.
.
.
Dapatkan Informasi Terupdate dan Paling Menarik Seputar Sepak Bola di Laman Google News Inilah.com.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.