Senin, 28 November 2022
04 Jumadil Awwal 1444

Badan Pangan: Migor Curah Nasional Stabil Rp14 Ribu/Liter, Sultra Masih Mahal

Jumat, 12 Agu 2022 - 19:20 WIB
Badan Pangan: Migor Curah Nasional Stabil Rp14 Ribu, Sultra Mahal
Pengiriman migor MINYAKITA ke Papua dan Nusa Tenggara Timur, Kamis (11/8/2022).

Masih adanya kesenjangan (disparitas) harga minyak goreng (migor), sebagai salah satu komoditas pangan pokok masyarakat, menjadi concern pemerintah.

Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi menyampaikan komitmen pemerintah dalam pemerataan bahan pangan untuk masyarakat yang tingal di pelosok negeri.

Dalam hal ini, disparitas harga migor, menjadi tantangan utama. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), keadilan pangan harus terwujud. “Arahan Presiden bahwa distribusi pangan harus betul-betul kita jaga agar dapat merata dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia, apa yang dilakukan hari ini merupakan salah satu wujud kolaborasi bersama semua pihak untuk stabilitas pasokan dan harga pangan khususnya minyak goreng,” ujar Arief, dikutip Jumat (12/8/2022).

Arief mengatakan, kunci percepatan stabilisasi migor adalah pendistribusian dari gudang dan pabrik. Baik yang dimiliki BUMN, maupun swasta. Berkat upaya bersama dari berbagai pihak, saat ini, harga migor di tingkat konsumen, sudah berangsur membaik.

Baca juga
Dana Desa Minim untuk Ketahanan Pangan, Kepala Daerah Ingkari Perpres Jokowi

Berdasarkan Panel Harga Pangan NFA, rata-rata nasional harga migor curah per 11 Agustus 2022, mencapai Rp14.173 per liter, di tingkat konsumen. Sementara harga terendah terjadi di provinsi Banten, mencapai Rp12.529 per liter. Sementara yang tertinggi di Sulawesi Tenggara (Sultra) sebesar Rp19.250 per liter. “Dengan meperkuat sinergi kita yakin bisa memangkas disparitas harga minyak goreng sehingga kondisi stabilitas harga semakin membaik,” ujarnya.

Berdasarkan prognosa Neraca Pangan Nasional yang dilansir NFA, sampai dengan akhir 2022 stok minyak goreng nasional diperkirakan surplus 716 ribu ton, atau berada di posisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Sementara itu, dalam rangka menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga Minyak Goreng, NFA turut mendukung pengiriman minyak goreng kemasan rakyat dengan merek MINYAKITA ke Papua dan Nusa Tenggara Timur.

Baca juga
Mendag Zulhas Jamin Warga Belum Punya PeduliLindungi Tetap Bisa Beli Migor

Keberangkatan tersebut dilepas secara resmi oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala NFA Arief Prasetyo Adi serta Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD Frans M. Tambunan pada Kamis (11/8/2022).

Mendag Zulkifli Hasan menyebutkan, tahap pertama distribusi minyak goreng ini mencapai sejumlah 1.200 ton atau setara 1,32 juta liter untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Indonesia Timur. Menurutnya, pendistribusian MINYAKITA ini merupakan upaya untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga minyak goreng di seluruh Indonesia.

Ia menjelaskan, pemberangkatan MINYAKITA dari Tanjung Priok, sebanyak 40 liter atau sekitar 700 ton dengan tujuan Kupang, sebanyak 21 kontainer atau 351,5 ton, Timika 6 kontainer atau 100,5 ton, dan Merauke sebanyak 13 kontainer atau 217,7 ton.

Selain itu, sebelumnya juga telah dikirimkan oleh PT. Bina Karya Prima (BKP), minyak goreng kemasan rakyat merek MINYAKITA ke Papua Barat sebanyak 271 ton (301.000 liter) dan ke Papua 245 ton (272.000 liter).

Baca juga
Kebijakan Serba Dadakan, Luhut Tunda Beli Migor Pakal PeduliLindungi 3 Bulan

“Kami berharap, semua pihak dapat bekerja sama dalam memaksimalkan percepatan pendistribusian MINYAKITA ini sehingga minyak goreng dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET), serta dapat mencapai tujuan utama yaitu ketersediaan dan penurunan harga barang kebutuhan pokok di seluruh wilayah Indonesia,” ungkap Mendag Zulhas, sapaan akrabnya.

Tinggalkan Komentar