Selasa, 17 Mei 2022
16 Syawal 1443

Bahaya Kebiasaan Mendengkur Ternyata Bisa Membunuh Diam-diam

Mendengkur - inilah.com
Istockphoto

Pengemudi kendaraan yang memiliki kebiasaan mendengkur saat tidur disebut 15 kali lipat lebih berpotensi mengalami kecelakaan saat mengemudi dan tentu kemungkinan juga bisa membuat adanya ancaman kematian. Hal ini disampaikan dokter spesialis kesehatan tidur atau somnologis, dr. Andreas Prasadja.

“Mengemudi membutuhkan konsentrasi, makanya kalau sekali ngantuk walau sebentar saja akan sangat berbahaya. Oleh karena itu, orang yang ngorok 15 kali lipat berpotensi lebih besar untuk kecelakaan,” ujar Andreas kepada Inilah.com, Jum’at (25/3/2022).

Dokter pertama di Indonesia yang concern pada kesehatan tidur ini menyatakan, banyak pengemudi yang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami gangguan tidur. Hal paling mudah untuk mendiagnosa seseorang mengalami gangguan tidur yaitu mendengkur.

Baca juga
Sambut Musim MotoGP, Rins Kalahkan Marquez di FP2 GP Qatar

Pria lulusan University of Sydney, Australia ini menegaskan, bila pendengkur ingin mengemudi lebih baik dengan penuh konsentrasi, maka mereka terlebih dahulu harus memperbaiki kualitas tidur selama 7-8 jam sehari untuk dewasa.

Bahkan, dokter ini menyebutkan, di luar negeri apabila seorang sopir itu menderita gangguan tidur, maka SIMnya akan disita.

“Di luar negeri kalau sopir punya gejala sleep disorder, SIMnya bakal dicabut,” jelas Andreas.

Disisi lain, ada juga gangguan kesehatan tidur lainnya yang disebut hypersomnia. Andreas menuturkan, hypersomnia mengindikasikan penderitanya selalu merasa kurang waktu tidur atau tidur yang tidak berkualitas, padahal dari segi waktu semestinya telah tercukupi.

Baca juga
Lebih dari 2 Juta Jemaah Itikaf di Masjidil Haram

Lebih lanjutnya, gangguan kesehatan tidur ini mungkin lebih familiar, yaitu insomnia. Penderitanya, kata Andreas, mengalami kesulitan untuk tidur.

Kesehatan Tidur Syarat Mengemudi KendaraanDokter yang praktek di RS Mitra Keluarga Kemayoran ini mengusulkan semestinya syarat mengemudikan kendaraan harus memiliki kualitas tidur yang baik, apalagi sopir yang mengemudikan kendaraan umum.

“Kalau mengemudi itu jangankan microsleep (tertidur sekian detik secara tidak sadar), terasa ngantuk sedikit saja, stop, tidak boleh mengemudi karena membahayakan. Istirahat saja dahulu,” tambahnya.

Lebih lanjutnya, ia tidak menyarankan bagi pengemudi yang memiliki kebiasaan meminum kopi atau minuman berenergi untuk melawan rasa kantuk, karena tidak menyelesaikan masalah.

Baca juga
PDIP: Luhut Orang Kuat

“Obat ngantuk satu-satunya itu adalah tidur. Jadi kalau sedang berkendara dan ngantuk, lebih baik istirahat. Sebab, walaupun mata seolah segar setelah meminum kopi atau minuman berenergi, tapi otot yang lelah tidak bisa dibohongi,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar