Baju Dinas Rp675 Juta, Mending Perbaiki Jalan Rusak

Baju Dinas Rp675 Juta, Mending Perbaiki Jalan Rusak - inilah.com

Sejumlah warga yang tinggal di Kota Tangerang menyayangkan perilaku anggota dewan yang lebih memikirkan dirinya sendiri daripada memikirkan rakyatnya.

Ini merupakan buntut dari pengajuan anggaran sebesar Rp675 juta untuk pakaian dinas yang sempat menjadi perhatian publik beberapa pekan lalu. Warga menilai anggaran sebesar itu lebih bermanfaat untuk memperbaiki sejumlah jalan yang rusak di Tangerang.

Seperti yang diungkapkan oleh warga Benda, Kota Tangerang Habibullah terkait jalanan rusak yang belum juga diperbaiki pemerintah. Dirinya meminta pengajuan pengadaan pakaian dinas anggota DPRD 2021 yang sudah dibatalkan itu sebaiknya dialihkan untuk perbaikan jalan.

“Untuk perbaiki jalan kali perancis saja. Karena rusak akibat truk-truk besar yang lewat,” katanya.

Baca juga  Pasien COVID-19 sembuh di Belitung Timur 5.181 orang

Keluhan juga disampaikan warga Kosambi bernama Lidya melalui akun Twitter miliknya @lidyamei_8 yang menuliskan ruas jalan tersebut sangat memprihatinkan.

“Rasanya seperti mandi debu,” katanya.

Diketahui, kerusakan Jl. kali Perancis sudah hal biasa karena sudah berulangkali dan warga juga sudah berkali-kali melapor untuk meminta segera diperbaiki. Tapi jawaban yang diterima selalu sama yakni perbaikan kerusakan jalan masih menunggu proses lelang.

Warga juga mempertanyakan mengenai anggaran yang awalnya diajukan untuk pengadaan pakaian dinas, apakah bisa dialihkan untuk perbaikan jalan? Jawabannya adalah bisa, namun harus menyesuaikan mekanisme yang berlaku. Hal ini dijelaskan oleh Pengamat dari Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang, Hilman.

Baca juga  Erick Thohir: Selamat Hari Radio Nasional

“Sah-sah saja (pengalihan anggaran). Kalau pun bisa direalisasikan paling pada saat APBD Perubahan, karena aturannya memang begitu,” jelasnya.

Sebelumnya, pengadaan pakaian dinas DPRD Kota Tangerang 2021 menjadi perhatian publik karena bahannya menggunakan merek ternama yakni Louis Vuitton (LV) dengan anggaran sebesar Rp675 juta. Nilai anggaran itu naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya pada 2020 lalu sebesar Rp312,5 juta.

Pengadaan pakaian dinas untuk anggota DPRD itu memiliki empat merek di antaranya Louis Vuitton untuk pakaian dinas harian (PDH), Lanificio Di Calvino untuk pakaian sipil resmi (PSR), Theodoro untuk pakaian sipil harian (PSH), dan Thomas Crown untuk pakaian sipil lengkap (PSL).

Baca juga  Dilema Megawati, Pilih Ganjar atau Puan?

Tinggalkan Komentar