Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

Bangun Bali International Hospital, Menteri Erick tak Ingin Cadev Rp97 Triliun Terbang ke Luar Negeri

Jumat, 10 Jun 2022 - 19:42 WIB
Bali International Hospital, Erick Ogah Cadev Terbang ke Luar Negeri
Menteri BUMN, Erick Thohir.

Terkait menguapnya cadangan devisa (Cadev) puluhan triliun, ternyata ada kaitannya dengan bisnis kesehatan juga. Warga Negara Indonesia (WNI) keluarkan dana hingga Rp97 triliun untuk berobat ke luar negeri.

Disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, Cadev Indonesia menguap hingga Rp97 triliun karena digunakan 2 juta WNI berobat ke luar negeri. “Jutaan masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri, mau sampai kapan,” kata Menteri Erick di Universitas Surabaya (Ubaya), Jawa Timur, Jumat (10/6/2022).

Artinya, ada potensi bisnis kesehatan yang cukup menjanjikan cuan besar. Tak mau berlama-lama, Menteri Erick langsung menangkap potensi ini. Kementerian BUMN mendirikan Bali International Hospital yang menyediakan layanan kesehatan inklusif berkelas dunia. “Makanya kita dorong pengembangan rumah sakit internasional di Bali,” sambung dia.

Baca juga
Dukung UMKM, Menteri Erick Bantu Modal Pembuat Miniatur Pesawat Asal Madura

Selain menggarap bisnis rumah sakit, Menteri Erick mengarahkan BUMN membidik bisnis vaksin COVID-19. Saat ini, vaksin COVID-19 buatan BUMN memasuki uji klinis fase tiga dan ditargetkan dapat memproduksi 100 juta hingga 200 juta dosis vaksin setiap tahun.

Menteri Erick benar. Menurut ekonom senior yang tergabung dalam Tim Asistensi Menko Perekonomian, Raden Pardede menyebut potensi besar bisnis kesehatan di Indonesia. harus diakui, warga negara Indonesia kelas menengah-atas lebih percaya berobat ke luar negeri. Bisa jadi sekalian plesiran ke luar negeri. Sejumlah negara yang menjadi tujuan adalah Malaysia atau Singapura.

Raden menerangkan, devisa dari dalam negeri yang terbang ke pusat-pusat kesehatan di Asia dan negara lain, angkanya cukup fantastis. Antara Rp75 triliun hingga Rp100 triliun. “Kita habiskan devisa yang besar sekali. Kenapa tidak kita kembangkan ini di Indonesia,” ungkapnya.

Baca juga
Arahan Menteri Erick, Semen Indonesia Jalankan Bisnis Berkelanjutan

Dia berharap Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perindustrian bisa menangkap peluang ini. dorong pengembangan industri esensial ini di Tanah Air. Dan, Menteri Erick lebih cepat menangkap peluang ini. Agar devisa tak terbang ke luar negeri. [ikh]

Tinggalkan Komentar