Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Baliho Jokowi 3 Periode Bertebaran di Pulau Sumatra

Baliho Jokowi 3 Periode Bertebaran di Pulau Sumatera
foto istimewa

Wacana penundaan Pemilu 2024 terus melebar, sekarang mulai bermunculan baliho dan spanduk Jokowi 3 periode di Pulau Sumatra. Akun media sosial tampak ramai membagikan spanduk mengenai Jokowi 3 periode yang terpasang di Palembang.

Selain itu, baliho berisi tagar #2024SetiaBersamaJokowi juga bertebaran di ruas-ruas jalan Pekanbaru. Dalam sejumlah foto yang banyak beredar di media sosial, baliho tersebut menampilkan wajah Jokowi. Lalu ada tulisan “Harapan rakyat Indonesia” dan hashtag #2024SetiaBersamaJokowi.

Palembang, Sumatera Selatan

Sebagaimana diketahui bola panas penundaan Pemilu 2024 terucap dari mulut Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Isu itu terus bergulir tatkala berbagai kalangan bersuara keras menolak wacana itu.

Baca juga
PDIP dan Megawati Tak Tergoyahkan

Bahkan semakin memanas saat ada bocoran menarik di kalangan wartawan. Bahwa, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan diduga berada di belakang wacana penudaan pesta demokrasi lima tahunan itu.

Kabarnya Luhut, yang juga orang kepercayaan Jokowi itu, secara senyap meminta partai politik mendukung gagasan penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Bahkan, Luhut mengklaim Presiden Jokowi setuju dengan langkahnya menjaring dukungan partai politik untuk mengaminkan penundaan pemilu.

Walau terlambat berkomentar, Presiden Jokowi akhirnya buka suara soal polemik penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Jokowi mengatakan bakal patuh pada konstitusi atau Undang-Undang Dasar 1945 yakni tetap menjabat dua periode saja. Namun Jokowi mengaku tak bisa melarang wacana penundaan pemilu yang menggelinding saat ini, sebab hal itu bagian dari demokrasi.

Baca juga
Terjaring Razia, 39 Sopir Angkot di Medan Positif Narkoba

“Siapa pun boleh-boleh saja mengusulkan wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden, menteri atau partai politik, karena ini kan demokrasi. Bebas aja berpendapat. Tetapi, kalau sudah pada pelaksanaan semuanya harus tunduk dan taat pada konstitusi,” kata Jokowi.

Tinggalkan Komentar