Sabtu, 25 Juni 2022
25 Dzul Qa'dah 1443

Bambang: Proyek IKN Nusantara Serap 200 Ribu Pekerja Lokal

Jumat, 03 Jun 2022 - 20:07 WIB
Bambang: Proyek IKN Nusantara Serap 200 Ribu Pekerja Lokal
Kepala Otoritas IKN Nusantara, Bambang Susantono. (Sumber: RadarDepok)

Mega proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, bakal dimulai semester II-2022. Proyek ini menyerap 200 ribu pekerja, prioritas warga lokal.

“Jadi diperkirakan 2023 itu akan menampung 150 ribu sampai 200 ribu pekerja di lapangan,” kata Kepala Badan Otorita IKN Nusantara, Bambang Susantono usai rapat bersama Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (3/6/2022).

Bambang menjelaskan, proyek IKN Nusantara melibatkan ratusan ribu pekerja lantaran ingin lekas rampung. Ada target besar dari proyek senilai Rp467 triliun ini, terutama menyangkut infrastruktur. “Karena pada pelaksanaan proyek ini, waktunya sempit. Ada sejumlah target pembangunan yang bakal dikejar pada tahun depan. Yaitu, membangun akses logistik dan infrastruktur, seperti jalan-jalan besar,” tuturnya.

Baca juga
IKN Nusantara Tanpa DPRD Dinilai Berpotensi Bahaya

Selain itu, masih kata Bambang, proyek IKN Nusantara memerlukan bahan baku yang cukup banyak. Saat ini, Badan Otorita IKN tengah memetakan banyak hal, khususnya pembagian lahan. Begitu juga dengan perencanaan dan tata cara pelaksanaan ke depan.

“Bapak Presiden memberikan arahan agar pelaksanaan dan perencanaan lebih dimatangkan lagi, khususnya perencanaan untuk multisektor, dalam hal ini semua kementerian yang tergabung dalam transisi,” jelasnya.

Bambang mengatakan, ada sejumlah arahan dari Presiden Jokowi terkait pelaksanaan proyek IKN Nusanrtara. Pertama, keterlibatan masyarakat sekitar terhadap pembangunan proyek. “Agar interaksi pekerja dan masyarakat dapat berlangsung dengan baik,” imbuhnya.

Baca juga
Koalisi Pemuda Tolak Ahok Jadi Kepala Otoritas IKN, Usulkan 3 Putra Daerah

Kedua,, lanjut Bambang, Presiden Jokowi mengingatkan soal penggunaan lahan dan konvensi hutan, harus mengikuti aturan yang berlaku. “Kita akan melakukan reforestasi atau penanaman kembali sehingga kejayaan hutan tropis kita nanti akan berwujud,” tandasnya. [ikh]

Tinggalkan Komentar