Rabu, 29 Juni 2022
29 1444

Bangun Apartemen, Saraswanti Indoland Bakal Gunakan Dana IPO

Rabu, 22 Jun 2022 - 16:34 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Bangun Apartemen, Saraswanti Indoland Bakal Gunakan Dana IPO - inilah.com
Ilustrasi IPO. Foto: iStockphoto.com

PT Saraswanti Indoland Development Tbk akan memanfaatkan dana hasil penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) untuk membangun menara apartemen. Ini merupakan yang keempat dan kelima milik perusahaan pengembang properti ini di Mataram City, Yogyakarta.

“Dana hasil IPO kami gunakan untuk modal kerja, di antaranya untuk membangun menara apartemen Arjuna dan Bima,” kata Direktur Utama PT Saraswanti Indoland Development Tbk Bogat Agus Riyono dalam keterangan di Jakarta, Rabu (22/6/2022).

Agus menambahkan, selain membangun apartemen, calon emiten berkode saham SWID itu juga akan membangun rumah tapak (landed house) Banyu Bening di Ambarawa, Jawa Tengah.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Sekretaris Perusahaan PT Saraswanti Indoland Development Tbk Agung Cucun Setiawan, menambahkan, proyek menara Arjuna dan Bima dibangun mulai semester II 2022.

“Tower Arjuna-Bima mulai dibangun pada semester kedua tahun 2022. Kapasitas menara tersebut 658 unit,” ujar Cucun.

Baca juga
IHSG Tembus 6.600, Tahun 2022 Jadi Momentum Tepat untuk IPO

Dia menjelaskan, nilai proyek menara Arjuna dan Bima Rp181,5 miliar. Sedangkan nilai proyek Banyu Bening sebesar Rp23,3 miliar.

Saat ini, SWID memiliki dan mengembangkan gedung serba guna Mataram City di Kota Yogyakarta. Di proyek tersebut, telah beroperasi tiga menara yang mencakup satu hotel berkapasitas 264 kamar dan dua apartemen. Selain itu, tersedia sebuah Convention Center.

Cucun menambahkan, apartemen di menara Arjuna tersedia tipe studio sebanyak 386 unit dan tipe two bed room (2BR) sebanyak 34 unit. Lalu, tipe di menara Bima mencakup studio sebanyak 187 unit dan tipe 2BR sebanyak 51 unit.

Target pasar apartemen tersebut mencakup mahasiswa di Yogyakarta. Lalu, para investor yang melihat Yogyakarta sebagai kota yang menarik untuk investasi dengan tingkat penyewaan tinggi. Selain itu, target lainnya yaitu para pensiunan yang tinggal di Yogyakarta dan para keluarga muda.

Baca juga
IPO Perusahaan Rugi, Mantan Dirut BEI: Orang Diajak untuk Berspekulasi

SWID membanderol apartemen di Arjuna dan Bima berkisar Rp550-Rp900 juta.

“Segmen pasar yang kami bidik adalah ekonomi menengah dan menengah ke atas,” kata Cucun.

Sementara itu, tambah dia, untuk proyek landed house Villa Resort Banyu Bening akan terdiri atas 56 unit villa resort eksklusif dengan beberapa pilihan luasan tanah dan bangunan. Pilihan itu mencakup luas bangunan (LB) berkisar 52-103 meter persegi (m2) dan luas tanah (LT) berkisar 82-152 m2.

“Unit-unit tersebut akan kami jual di rentang harga Rp 650 juta hingga Rp 1,15 miliar,” ujar Cucun.

Perseroan akan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan skema penawaran umum perdana saham (IPO). Pengembang properti itu akan melepas sebanyaknya 340 juta saham atau setara 6,31 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.

Baca juga
Cimory Bidik Dana IPO Rp3,76 T untuk Bidik Pasar Asia Tenggara

Perseroan menawarkan harga saham di kisaran Rp180-200 per saham. Mengutip prospektus perseroan, total dana hasil IPO yang akan dihimpun oleh perseroan diperkirakan mencapai berkisar Rp61,2 miliar hingga Rp68 miliar.

Secara bersamaan perseroan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 340 juta Waran Seri I yang menyertai saham baru atau setara 6,74 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh.

Tinggalkan Komentar