Banjir yang menerjang empat kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Senin (6/7/2021) sore memaksa sejumlah warga mengungsi.
Sebanyak dua kepala keluarga (KK) atau 7 warga dievakuasi dan telah mengungsi di tempat yang aman. Sementara itu, 32 KK atau 37 warga lainnya serta 50 santri terdampak kejadian ini. Para santri sempat terisolir lantaran jembatan utama di Sungai Cidurian terbawa arus banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menginformasikan prioritas penanganan darurat terfokus terhadap penyelamatan, pertolongan dan evakuasi warga terdampak.
“Dalam penanganan darurat ini, BPBD setempat telah berkoordinasi dengan aparat kecamatan dan desa terdampak serta melakukan pendataan di lapangan,” tutur Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Banjir juga menyebabkan kerusakan rumah warga. Tercatat satu rumah warga mengalami rusak berat, empat jembatan penghubung antar kampung terputus. Kemudian, 11 unit rumah warga dan satu pondok pesantren (ponpes) terdampak.
Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang cukup lama sehingga debit air Sungai Cidurian meluap. Desa-desa yang terdampak antara lain, Desa Kalong Sawah di Kecamatan Jasinga, Desa Malasari dan Nanggung di Kecamatan Nanggung, Desa Urug di Kecamatan Sukajaya serta Desa Sukamaju di Kecamatan Cigudeng.
Sebagai informasi, kawasan Kabupaten Bogor memiliki 37 kecamatan yang berpotensi terhadap bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi.
Tinggalkan Komentar