Selasa, 06 Desember 2022
12 Jumadil Awwal 1444

Banjir Produk Impor, Utilisasi Kapasitas Produksi Baja Nasional Sangat Rendah

Rabu, 23 Nov 2022 - 19:15 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Utilisasi Kapasitas Produksi Baja Nasional Sangat Rendah - inilah.com
Chairman The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Silmy Karim dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/9/2022). (Foto: Inilah.com/Ahmad Munjin)

Saat ini industri baja nasional masih menghadapi tantangan. Utilisasi alias pemanfaatan kapasitas produksi baja nasional masih sangat rendah, yaitu rata-rata 54 persen.

“Ini masih jauh dari good utilization sebesar 80 persen. Hal ini disebabkan oleh masih tingginya jumlah produk baja impor yang masuk ke Indonesia,” kata Chairman The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Silmy Karim dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Jumpa pers itu diselenggarakan berkaitan dengan IISIA Business Forum (IBF) 2022 pada 1-3 Desember 2022 di Grand City & Exhibition Centre, Surabaya-Jawa Timur.

Oleh karena itu, sambung dia, pihaknya bersama para profesional di bidang industri terus berupaya menyuarakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). “Hal itu disuarakan melalui seminar yang diadakan bersama institusi pendidikan di IBF 2022 ini,” tambah Silmy.

Lebih jauh ia menjelaskan, salah satu sektor yang dibutuhkan untuk memajukan perekonomian Indonesia adalah pembangunan infrastruktur dan manufaktur. Itulah alasan mengapa Kamar dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersama dengan IISIA melangsungkan perhelatan itu.

Baca juga
Ekonom Sebut Rumah Subsidi BTN Hampir 100 Persen Gunakan Komponen Lokal
Banjir Produk Impor, Utilisasi Kapasitas Produksi Baja Nasional Sangat Rendah - inilah.com
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid (kiri) bersama Chairman IISIA Silmy Karim dalam konferensi pers terkait IISIA Business Forum (IBF) 2022 di Jakarta, Rabu (21/9/2022). (Foto: Inilah.com/Ahmad Munjin)

“IBF 2022 ini adalah acara pameran industri baja terbesar di Indonesia di tahun 2022 sebagai sarana yang mempertemukan seluruh stakeholder industri baja, konstruksi, manufaktur dan infrastruktur untuk bersinergi membangun industri nasional serta memberikan resolusi atas isu-isu dan tantangan ke depannya,” ujarnya.

Mengingat pentingnya industri baja nasional berperan penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang telah dicanangkan Pemerintah, antara lain pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi, hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam termasuk Industri Kendaraan Listrik.

IBF 2022 diharapkan dapat mempertemukan seluruh stakeholder industri baja nasional, termasuk diantaranya pelaku industri baja, konstruksi, manufaktur dan infrastruktur, pemerintah, masyarakat pengguna baja maupun perguruan tinggi serta pemangku kepentingan lainnya untuk membangun sinergi dan juga merumuskan kebijakan pengembangan industri baja nasional.

Baca juga
Ponsel 5G Baru realme Akan Penuhi Aturan TKDN 35 persen

Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid juga menyampaikan, kontribusi ekspor besi dan baja masuk lima besar komoditas utama. Permintaan domestik dan ekspor besi baja meningkat seiringan pemulihan perekonomian nasional pascapandemi COVID-19.

“Peluang pasar domestik yang besar, seiring dengan instruksi presiden tentang pelarangan belanja impor terhadap produk yang bisa diproduksi di dalam negeri dan pengoptimalan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri atau P3DN pada lintas sektor,” lanjut Arsjad.

Arsjad juga menyampaikan, daya saing infrastruktur Indonesia secara global saat ini berada pada posisi rangking ke-55. Posisi ini mengalami peningkatan dari posisi ke-57 pada tahun 2021.

Hal ini menunjukkan adanya kemajuan di bidang infrastruktur, namun belum cukup memadai karena masih tertinggal dari negara tetangga, yaitu Singapura dan Malaysia.

Baca juga
Pasca-Lebaran, Akselerasi Uang Beredar Bakal Terjadi hingga Akhir Tahun

Acara IBF 2022 ini juga mendukung keberadaan UMKM di daerah Jawa Timur dengan menghadirkan Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (HIPMIKINDO) yang menyajikan hidangan khas Jawa Timur, kerajinan tangan, maupun produk-produk lokal khas Jawa Timur.

“Dengan adanya IBF 2022 ini, kami berharap perekonomian Indonesia dapat kembali bergerak, dimulai dari UMKM yang kami undang hingga industri baja sebagai penopang industri nasional Indonesia. Kesemuanya kami harapkan dapat memberikan kemajuan bagi Indonesia, seperti tema IBF 2022 ini yaitu Industri Baja Nasional untuk Indonesia Maju,” imbuh Arsjad.

Tinggalkan Komentar