Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Banjir Rob Kepung 2.200 Rumah di Babel

Rabu, 15 Des 2021 - 16:52 WIB
Penulis : Willi Nafie
2.200 Rumah di Babel di Kepung Banjir Rob

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat banjir rob mengepung 2.200 Rumah di Babel akibat air laut pasang.

“Rob tahun ini merupakan kondisi bencana terparah dalam lima tahun terakhir,” kata Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Rabu (15/12/2021).

Penyebab banjir rob mengepung 2.200 rumah di Babel, karena hujan lebat. Ada juga angin kencang pada Selasa (7/12/2021) hingga Kamis (9/12/2021). Korban Banjir Rob Capai 10.000 Jiwa

Angin Puting Beliung

Ribuan korban banjir rob itu tersebar di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Belitung Timur.

“Fenomena La Nina ini merupakan perubahan alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah hujan yang lebih tinggi yang berdampak cuaca ekstrem, hujan lebat, angin puting beliung, angin kencang, gelombang tinggi dalam periode singkat dan sering,” ujarnya.

Baca juga
Banjir Rob Jadi Perhatian Pemprov DKI Terkait Formula E di Ancol

Mikron Antariksa menyatakan fenomena La Nina ini tidak hanya menimbulkan rob, tetapi juga angin puting beliung yang merusak 270 rumah di Desa Bencah, Desa Deles dan Desa Sidoarjo Kabupaten Bangka Selatan.

Mikron menyampaikan kekuatan personel, peralatan dan logistik sudah siap hadapi bencana.  Mereka juga bertugas memasok bantuan logistik bagi daerah terdampak bencana.

“Kita berkoordinasi dengan Dinsospmd Babel dan menyatakan siap membantu penuh bencana ini, lengkap dengan menyiapkan Tagana dan dapur umum,” tutup dia.

Antisipasi Banjir Rob

Kepala Pusat Meteorologi Maritim Eko Prasetyo mengatakan BMKG sudah menyiapkan cara mempermudah mitigasi terjadinya banjir rob. Yakni dengan menggunakan kalender pasang-surut.

Baca juga
Foto: Aktivitas Warga saat Banjir ROB di Muara Angke, Penjaringan, Jakut

Kalender pasang-surut 2022 dapat dimanfaatkan sebagai penyiapan upaya adaptasi dan mitigasi masyarakat pesisir dari potensi ancaman banjir rob di wilayah-wilayah yang sering terdampak atau pernah dilanda banjir pesisir atau rob.

Tinggalkan Komentar