Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

Banjir Terjang Afrika Selatan, 443 Orang Tewas

Banjir Afrika Selatan
(AP Photo)

Banjir menerjang Provinsi KwaZulu-Natal di Afrika Selatan menyebabkan 443 orang tewas dengan kerugian ditaksir sekitar 10 miliar rand atau Rp9,80 triliun.

Diperkirakan hujan lebat masih akan mengguyur provisi tersebut. Banjir menyebabkan ribuan orang kehilangan rumah, tidak memiliki aliran listrik dan air. Bencana ini juga mengganggu operasi salah satu pelabuhan paling sibuk di Afrika, Durban.

Pejabat Provinsi KwaZulu-Natal yang bertanggung jawab pada pembangunan ekonomi, pariwisata dan lingkungan Ravi Pillay mengatakan korban jiwa bertambah lebih dari 400 orang. Sekitar 40 sampai 50 orang belum dihitung.

“(Kerugiannya) pada titik ini lebih dari 10 miliar rand,” kata Pillay pada stasiun televisi Newzroom Afrika, Minggu (17/4/2022).

Baca juga
Penundaan Pemilu Buang Energi dan Waktu, Hamdan Zoelva Ajak Kembali ke Akal Sehat

Perdana Menteri Provinsi KwaZulu-Natal Sihle Zikalala menyebut jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 443. Sementara itu, 63 orang lainnya belum ditemukan.

Zikalala mengatakan dalam konferensi pers yang disiarkan televisi bahwa banjir tersebut termasuk yang terburuk dalam sejarah provinsi yang tercatat.

“Kita perlu mengumpulkan keberanian kolektif kita dan mengubah kehancuran ini menjadi kesempatan untuk membangun kembali provinsi kita. Orang-orang KwaZulu-Natal akan bangkit dari kekacauan ini,” ucap Zikalala.

Di beberapa daerah yang terkena dampak terburuk, penduduk mengatakan mereka takut dengan hujan lebih deras yang diperkirakan akan turun pada hari Minggu waktu setempat. Beberapa warga menghadapi penantian yang menyakitkan untuk berita tentang orang-orang terkasih yang hilang.

Baca juga
Novel Baswedan, dari Penyidik Senior Kini Jadi YouTuber

“Kami tidak kehilangan harapan. Meskipun kami terus-menerus khawatir karena hari-hari terus berlanjut,” ujar warga desa Sunshine, eThekwini, Sbongile Mjoka kepada Reuters dikutip Senin (18/4/2022).

Mjoka yang keponakannya berusia delapan tahun telah hilang selama berhari-hari ini mengaku rumahnya mengalami kerusakan parah imbas bencana tersebut. “Kami trauma melihat hujan,” kata Mjoka.

Kantor Presiden Afrika Selatan mengatakan pada Sabtu (16/4/2022) malam bahwa Presiden Cyril Ramaphosa telah menunda kunjungan kerja ke Arab Saudi untuk fokus pada bencana tersebut. Ramaphosa akan bertemu dengan para menteri kabinet untuk menilai tanggapan terhadap krisis tersebut.

 

Tinggalkan Komentar