Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Bantah Adanya Bandar Gelap, Surya Paloh Tak Mau Terjebak Dialektika Rendah

Jumat, 11 Nov 2022 - 19:58 WIB
NasDem Surya Paloh - inilah.com
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh - ist

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tidak mau banyak mengomentari tuduhan batalnya deklarasi Koalisi Perubahan lantaran belum adanya kesepakatan bohir. Dia menganggap tuduhan tersebut sebagai diskursus politik kelas rendah.

“Kalau itu tingkat diskursus rendah dan terserah mau kita konsumsi atau tidak hal ini, nalar kita semakin bagus atau jelek? Apakah itu intelegensi baik atau memang sesungguhnya merusak common sense,” kata Paloh dalam perayaan HUT Partai NasDem di JCC Senayan Jakarta, Jumat (11/11/2022).

Koalisi Perubahan yang terdiri atas NasDem, Demokrat dan PKS batal deklarasi pada Kamis (10/11/2022). PKS menyebut batalnya deklarasi karena adanya oligarki yang berupaya menggagalkan koalisi pengusung Anies Baswedan pada Pilpres 2024.

Waketum Partai Gelora, Fahri Hamzah, malah menuding koalisi tersebut belum deklarasi lantaran bandar gelap belum sepakat. Surya Paloh menilai pernyataan tersebut berlebihan dan memilih untuk menyikapinya dengan guyon.

“Yang jelas Sambo sudah ditangkap,” kata Paloh  memancing gelak tawa petinggi NasDem lainnya.

Menurutnya, keberadaan pemodal dalam pemilu bukan persoalan. Ada mekanisme yang mengatur pendanaan parpol asalkan dilakukan secara transparan dan tidak mematok syarat-syarat tertentu hingga mengganggu independensi partai dan koalisi.

“Saya katakan saya amat terbuka, siapa saja yang mau mendanai sepanjang jelas, boleh saja. Kita enggak mau kalau bandar gelap. Itu tidak ada,” jelasnya.

Paloh memastikan pula Partai NasDem tak merasa disudutkan dengan batalnya deklarasi Koalisi Perubahan. Sebab, Partai NasDem telah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden. NasDem juga sudah memberikan otoritas kepada Anies untuk memilih pendampingnya.

“Bagi Partai NasDem, kami tidak merasa disudutkan atau apapun sama sekali. Kami sudah selesai dengan mengusung Bung Anies, tinggal Demokrat dan PKS. Intinya koalisi itu harus ada kesepakatan, itu yang harus,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar