Rabu, 25 Mei 2022
24 Syawal 1443

Bantah Jadi Affiliator DNA Pro, DJ Una Mengaku Terkena Bujuk Rayu

Dj Una
Artis DJ Una tertipu DNA Pro

Putri Una Astari Thamrin atau lebih dikenal dengan DJ Una membantah dirinya sebagai brand ambassador atau affiliator DNA Pro. Hal ini ditegaskan oleh kuasa hukumnya, Yafet YW Rissy yang melaporkan kasusnya ke Bareskrim Polri.

Yafet menjelaskan kliennya terkena bujuk rayu untuk bergabung dan menanamkan uangnya ke DNA Pro. Sehingga Una dan keluarganya yang sempat berinvestasi itu mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

“(Pelaku) Telah memberikan bujuk rayu kepada Una keluarga dan teman temannya, dan kita secara resmi melaporkan ke Mabes Polri hari ini,” katanya, Rabu (13/4/2022).

Artis sekaligus model itu pun telah mempersiapkan sejumlah bukti yang sudah dipegang oleh kuasa hukumnya untuk diserahkan ke Bareskrim Polri.

Baca juga
Polri Bongkar Kasus Jual Aplikasi Robot Trading Bodong

“Kita sudah menyiapkan sejumlah bukti dana yang disetorkan ke DNA Pro di mana akunnya atas nama DJ Una. Jadi DJ Una bersama keluarga dan teman-temannya menempatkan dana di rekening tersebut,” jelasnya.

Yafet menceritakan awal mula perkenalan Putri Una dengan DNA Pro terjadi pada Juli 2021 lalu. Top Leader DNA Pro, Hoki Irjana sudah mengatur pertemuan dengan Una di salah satu mall di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Hoki menawarkan Una ikut dalam aktivitas trading yang dilakukan DNA Pro Akademi seraya menunjukkan surat izin operasi DNA Pro yang awalnya disebut legal.

“Karena Una merasa yakin, Hoki Irjana ini membuatkan akun buat klien saya menggunakan dana sendiri sebesar 600 US dolar,” tuturnya.

Baca juga
Lisa Blackpink Tersandung Isu Cultural Appropriation

Seiring berjalannya waktu, Una pun mengajak keluarga serta teman-temannya untuk ikut investasi ke akun yang dimilikinya itu, hingga akhirnya total investasinya senilai Rp1,3 miliar.

Dari total investasi tersebut, Una sempat menerima keuntungan sebesar Rp623 juta dari DNA Pro, namun sisa dana Rp700 juta hingga saat ini tidak bisa ditarik kembali.

“Setelah dana ditambahkan, masalah mulai muncul. Dana tidak bisa ditarik lagi. Yang berhasil kembali itu sekitar Rp623 juta, yang Rp700 jutanya hilang,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar