Senin, 26 September 2022
30 Safar 1444

Bantah Bos PLN, Ekonom PEPS Hitung Kompor LPG Lebih Hemat Ketimbang Listrik

Selasa, 20 Sep 2022 - 22:54 WIB
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.

Hari-hari ini, PLN gencar mempromosikan penggunaan kompor listrik (induksi) yang disebut-sebut lebih murah ketimbang LPG. Benarkah?

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan buru-buru membantah asumsi itu. Selanjutnya dia membeberkan hasil hitungannya kepada Inilah.com, Jakarta, Selasa (20/9/2022).

“Pemerintah dan PLN gencar sosialisasi migrasi kompor LPG ke kompor listrik. Katanya, kalau LPG tidak disubsidi, biaya pemakaian kompor listrik lebih murah ketimbang kompor LPG. Perbandingannya Rp10.250 versus Rp13.500 untuk 7 jam pemakaian. Apakah klaim PLN ini benar,” ungkap Anthony.

Menurut perhitungan PLN, lanjut Anthony, satu kilogram (kg) LPG setara dengan 7 kWh listrik. “Jelas konversi ini tidak benar,” tegas Anthony. Lalu bagaimana yang benar? Mengutip data dari laman flogas.co.uk, kata Anthony, seliter LPG setara dengan 7 kWh listrik. Kalau dikonversikan ke ukuran kilogram (kg) maka 1 kg LPG setara dengan 14 kWh listrik. karena, 1 kg LPG = 1,969 liter LPG yang dibulatkan menjadi 2 liter LPG.

Baca juga
Wacana Migrasi Kompor Listrik, PKS Mendukung untuk Kurangi Impor LPG

Kalau dirupiahkan maka biaya 7 jam penggunaan kompor LPG subsidi ternyata malah lebih murah, ketimbang kompor listrik. Perbandingannya Rp6.750 untuk kompor LPG subsidi dan Rp10.250 untuk kompor listrik.

Tak berhenti di situ, Anthony juga membandingkan harga pemakaian kompor LPG nonsubsidi dengan kompor listrik. Hasilnya mencengangkan. Dengan harga LPG non-subsidi saat ini sekitar Rp19.000 per kg, biaya pemakaian 7 jam masih lebih murah dari kompor listrik. Angkanya ketemu Rp9.500 untuk kompor LPG nonsubsidi dan Rp10.250 untuk kompor listrik. “Mohon PLN klarifikasi,” pungkas.

Pada 19 Februari 2022, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan, harga keekonomian LPG sebelum disubsidi APBN, sebesar Rp13.500 per kg, yang kemudian Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG subsidi dibanderol Rp7.000 per kg. Artinya, pemerintah mensubsidi Rp6.500 per kg LPG.

Baca juga
Kado Buruk Tahun Baru, Harga LPG Menguras Dompet Emak-emak

Selanjutnya dia melakukan perbandingan berbasis kalori, di mana 1 kg LPG setara dengan 7 kWh listrik. Harga keekonomian 1 kg LPG sebesar Rp13.500. Angka ini jelas lebih mahal ketimbang harga 7 kWh listrik sekitar Rp10.250. Artinya menggunakan kompor LPG lebih boros Rp3.250 per kg dibandingkan kompor listrik.

Tinggalkan Komentar