Sabtu, 13 Agustus 2022
15 Muharram 1444

Bantu Pemulihan Pandemi, BI Beli SBN Senilai Rp17,81 Triliun

Selasa, 19 Apr 2022 - 16:31 WIB
Bantu Pemulihan Pandemi, BI Beli SBN Senilai Rp17,81 Triliun
Kantor Bank Indonesia/ Foto: Istimewa

Bank Indonesia (BI) akan ikut membantu pemulihan ekonomi nasional saat pandemi COVID-19. Bentuk bantuannya yakni BI membeli surat berharga negara (SBN) sebesar Rp17,81 triliun pada 14 April 2022 di pasar perdana.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pembelian SBN ini sebagai langkah dalam rangka koordinasi fiskal-moneter sebagaimana tertuang dalam Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia yang berlaku hingga 31 Desember 2022.

“Bank Indonesia melanjutkan pembelian SBN di pasar perdana untuk pendanaan APBN 2022 dalam rangka program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp17,81 triliun (hingga 14 April 2022) melalui mekanisme lelang utama, greenshoe option, dan private placement,” ujar Perry usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Selasa (19/4/2022).

Baca juga
Ada Obligor Kasus BLBI Merasa Tak Punya Hutang, Mahfud: Kami Punya Buktinya

Dia mengatakan, keputusan BI ini sudah mempertimbangkan kondisi pasar SBN dan dampaknya terhadap likuiditas perekonomian.

Pada Maret 2022, likuiditas perekonomian juga tetap longgar, tercermin pada uang beredar dalam arti sempit (M1) dan luas (M2) yang tumbuh masing-masing sebesar 18,68% (yoy) dan 13,27% (yoy).

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) akhirnya memutuskan untuk menahan suku bungan acuan di angka 3,5 persen. Keputusan ini BI umumkan usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi April 2022.

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 16-17 Maret 2022 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 3,5 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen,” ungkap Perry Warjiyo.

Baca juga
Rupiah Lesu Tembus Rp15 Ribu Gara-gara Suku Bunga Acuan BI Bergeming

Dengan keputusan ini, suku bunga acuan sebesar 3,5 persen ini bertahan selama 14 bukan. Suku bungan ini merupakan angka terendah dalam sejarah di Indonesia. [ikh]

Tinggalkan Komentar