Selasa, 09 Agustus 2022
11 Muharram 1444

Banyak BUMN Kesandung Utang Triliunan, Bos AP II Klaim Masih Aman

Selasa, 14 Des 2021 - 00:17 WIB
Awaluddinap2 - inilah.com
Direktur Utama Angkasa Pura II M Awaluddin

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin mengatakan kondisi utang dan keuangan perusahaan BUMN tersebut masih dapat dikelola dengan baik dan terkendali, sehingga meringankan kondisi kas perseroan saat pandemi.

“Ada sejumlah situasi yang menyebabkan kondisi keuangan perusahaan saat ini masih dalam kondisi terkendali,” kata Dirut AP II (Persero) Awaluddin kepada pers usai FGD dengan sejumlah pemangku kepentingan pariwisata di Jakarta, Senin (13/12/2021).

Dia mengakui, meskipun perusahaan banyak melakukan pembangunan, khususnya di Bandara Soekarno Hatta, namun hal itu tidak terlalu mengganggu kondisi keuangan dan utang perseroan karena dilakukan dan selesai sebelum pandemi mulai.

Baca juga
Sok-sokan Bangun 10 Bandara, Angkasa Pura I Kini Terjebak Utang Jumbo

Sejumlah hal tersebut di antaranya karena beberapa pembangunan strategis bandara dan pengembangan terminal baru, serta landas pacu atau runway rata-rata sudah rampung sebelum pandemi melanda, sehingga kondisi tersebut meringankan arus kas perseroan selama pandemi.

Faktor lain yang ikut mendukung keuangan perseroan cukup baik adalah Bandara Soekarno-Hatta masih didukung kuat oleh penerbangan domestik yang dalam situasi normal, pasar bandara di Banten itu didominasi 74 persen-78 persen oleh penumpang domestik, sisanya sebesar 22 persen–24 persen didominasi oleh internasional.

“Yang berkurang banyak pangsanya adalah penerbangan atau penumpang internasional yang ada di Bandara Soekarno-Hatta karena adanya kebijakan pembatasan dan penutupan penerbangan antarnegara. Ini menyebabkan pangsa penerbangan domestik makin besar pangsanya,” tambahnya.

Baca juga
Menteri Erick Banggakan Laba BUMN 2021 tapi Masih Minta Diguyur PMN Rp73,26 Triliun

Ditambahkan, faktor lain yang mendukung kondisi keuangan perusahaan masih baik adalah pihaknya melakukan sejumlah upaya luar biasa seperti cost leadership dengan maksimal seperti dengan memangkas besar pembiayaan yang tidak terlalu penting.

 

Tinggalkan Komentar