Jumat, 07 Oktober 2022
11 Rabi'ul Awwal 1444

Banyak Luka Sayatan, Kuasa Hukum Minta Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J

Senin, 18 Jul 2022 - 10:47 WIB
autopsi Jenazah Brigadir J kuasa hukum - inilah.com
Brigadir J (kanan) dengan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo (kiri) - ist

Tim kuasa hukum keluarga Brigadir J meminta Polri untuk mengautopsi ulang jenazah Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat. Keluarga menilai adanya sejumlah kejanggalan pada luka dan sayatan di tubuh Brigadir J.

“Yang kami temukan sayatan dan ada kerusakan di kelopak mata dan hidung ada jahitan, di bibir, di leher ada, bahu sebelah kanan. Ada memar juga di perut, lalu ada luka tembakan, perusakan jari manis ada juga perusakan sayatan-sayatan. Apakah auttopsi benar atau tidak di dalam pengaruh atau kontrol pihak tertentu. Maka kami meminta perlu ada otopsi ulang,” kata kuasa hukum Keluarga Brigadir J, Johnson Simanjuntak di Bareskrim Polri, Senin (18/7/2022).

Baca juga
Brimob Bersenjata Lengkap Geruduk Rumah Ferdy Sambo

Johnson ke Bareskrim Polri ditemani pengacara yang juga paman Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak. Kedatangan mereka untuk melaporkan dugaan pembunuhan berencana, pencurian dan peretasan.

“Supaya enggak jadi polemik kita resmi ada surat kuasa, kita mau bikin laporan resmi tentu itu akan kasih lihat dan platform pembelaan kemana merespon tuduhan-tuduhan, pro justicia, ada juga upaya mengintimidasi, mengancam keluarga. Yang pertama pembunuhan dan penganiayaan dan bersama-sama, ada pencurian dan ada peretasan,” tuturnya.

Diketahui, Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat meregang nyawa usai ditembak Bharada E di rumah Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022) lalu.

Baca juga
Polri Diminta Fokus Pembuktian Hukum secara Ilmiah Kasus Brigadir J

Bharada E menembakan 5 peluru ke tubuh Brigadir J, namun pihak keluarga menemukan sejumlah luka yang tak wajar di sekujur tubuh Brigadir J sehingga meminta Polri untuk mengautopsi ulang jenazah Brigadir J.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah membentuk tim gabungan yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono untuk mengusut kasus penembakan yang menewaskan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Tim gabungan terdiri dari unsur internal dan eksternal.

Tim ini turut dibantu oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Agung Budi Maryoto, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, Kabaintelkam Polri Komjen Ahmad Dofiri dan Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Wahyu Widada, serta unsur Divisi Propam Polri, Biro Provos dan Paminal. Sedangkan dari pihak eksternal, Polri menggandeng Kompolnas.

Tinggalkan Komentar