Kamis, 09 Februari 2023
18 Rajab 1444

Bapanas Dukung Gerak Cepat Jabar Jaga Stok dan Harga Pangan

Kamis, 26 Jan 2023 - 09:12 WIB
Bapanasjabar - inilah.com
Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy (ketiga dari kiri) bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat peresmian Pusat Distribusi Provinsi Jawa Barat, Purwakarta, Rabu (25/1/2023). (Foto: Dok.Bapanas).

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyambut baik Pusat Distribusi Provinsi (PDP) Jawa Barat. Diharapkan efektif dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy saat peresmian PDP di Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (25/1/2023). Dia mengatakan, program pembangunan fasilitas distribusi pangan ini dapat menjadi percontohan, sehingga diharapkan bisa dibangun di banyak tempat sebagai penyangga pangan provinsi dan nasional.

“Kami mengapresiasi pembangunan PDP ini, pembangunan pusat distribusi ini sejalan dengan tujuan dan tugas NFA dalam menjamin ketersediaan pangan. Apabila pangan daerah kuat maka pangan nasional pun akan kuat,” kata dia.

Keberadaan PDP, menurut Sarwo Edhy, dapat mendukung upaya Bapanas dalam mendorong ketersediaan neraca pangan daerah. Dengan adanya PDP, maka daerah dapat lebih leluasa mengatur penyerapan, penyimpanan, dan pendistribusian pangannya, sehingga diharapkan penghitungan neraca pangan yang terkait dengan produksi, stok, dan kebutuhan pun dapat terlaksana di daerah secara akurat dan berkelanjutan.

Baca juga
Wapres Ma'ruf Kritik Dana Kemiskinan Rp500 Triliun untuk Rapat dan Perjalanan Dinas

Informasi saja, Bapanas bertugas menyusun neraca pangan setahun untuk 11 komoditas pangan strategis, seperti beras, jagung, kedelai, cabai, bawang, telur, daging ayam ras, daging ruminansia, gula konsumsi, minyak goreng, dan ikan. “Kita selalu menghitung berapa produksi dalam negeri, stok awal sebagai stok nasional, dan berapa kebutuhannya untuk 11 komoditas tersebut. Apabila positif komoditas tersebut dapat kita ekspor dan kalau minus neracanya dipersiapkan pengadaan dari luar. Keberadaan Neraca Pangan membantu kita mengambil kebijakan yang tepat. Sebelumnya, di tahun 2022, kita juga sudah meminta seluruh daerah wajib memiliki Neraca Pangan di tahun 2023,” papar Sarwo Edhy.

Baca juga
Jurus Mendag Zulhas, Perdagangan Tumbuh di Tengah Potensi Resesi 2023

Sebelumnya, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi mengatakan, pembangunan fasilitas logistik dan distribusi pangan di daerah harus menjadi prioritas mengingat tantangan pemenuhan pangan kedepan yang semakin ketat.

Hal tersebut sejalan \arahan Presiden Jokowi saat meresmikan Bendungan Sadawarna pada 28 Desember 2022. Menurut Jokowi, pembangunan fasilitas untuk mendorong produktivitas pangan harus ditingkatkan sehingga ketahanan dan kemandirian pangan Indonesia semakin baik.

“Arahan presiden jelas untuk memperkuat pangan. Kita ketahui di tahun 2023 ini mengemuka isupotensi krisis pangan global, sudah seharusnya kita secara aktif dan masif menyiapkan strategi dan melakukan berbagai langkah mitigasi. Salah satunya dengan memperkuat fasilitas logistik dan distribusi pangan di seluruh daerah. Langkah yang dilakukan provinsi Jawa Barat ini sudah tepat,” ujar Arief.

Tinggalkan Komentar