Jumat, 02 Desember 2022
08 Jumadil Awwal 1444

Bappebti Dorong Literasi Keuangan Kripto di UGM, Edukasi Aman Berinvestasi

Jumat, 30 Sep 2022 - 09:12 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Foto: ist

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) bersama platform digital PINTU menggelar Pintu Talk (Campus Edition) di Diploma Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DEB SV UGM). Salah satunya untuk menambah literasi terkait investasi crypto. Mengingat, investasi digital ini masih begitu diminati di Indonesia.

“Edukasi ini sangat penting untuk mengetahui apa itu cryptocurrency,” kata Kepala Biro Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi, Sistem Resi Gudang, dan Pasar Lelang Komoditas Bappebti, Heryono Hadi Prasetyo, dalam keterangannya, Kamis (29/9/2022).

Dalam acara dengan tajuk ‘Meningkatkan Literasi Keuangan Terutama Terkait Cryptocurrency dan Juga Memberikan Imbauan Cara Berinvestasi Aset Crypto yang Aman’, ia menjelaskan bahwa perdagangan aset crypto sebagai komoditas telah diatur oleh pemerintah.

Aturan itu tertuang pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 99 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto dan Peraturan Teknis Bappebti Nomor 5 tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka. Serta Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto.

Baca juga
KunciCoin Resmi Listing di Bybit, Cryptocurrency Exchange Tier-1

“Faktanya industri crypto sedang berkembang, untuk itu Bappebti berkomitmen mengedukasi dan melindungi masyarakat melalui berbagai regulasi yang telah diterbitkan dan diimplementasikan,” urainya.

Sementara itu, Pemeriksa Madya Biro Pengawasan Bappebti, Sri Sundayani, menjelaskan sebelum investasi crypto diatur oleh Bappebti masyarakat berinvestasi menggunakan platform luar negeri. Namun, kini Bappebti telah menerbitkan berbagai aturan yang telah diimplementasikan untuk menjamin perdagangan aset crypto di Indonesia berjalan dengan transparan dan aman.

“Saat ini dengan adanya aturan yang telah dibuat oleh Bappebti, kami berharap masyarakat serta pelaku usaha bisa memercayakan investasi asetnya di dalam negeri menggunakan platform yang terdaftar dan diawasi langsung oleh Bappebti,” ujarnya.

Baca juga
Kemendag Tegaskan Kripto Masih Sebagai Aset Bukan Alat Pembayaran

Head of Community PINTU Jonathan Hartono, menjelaskan semua investasi pasti memiliki risiko. Apalagi crypto yang masih terbilang baru dan sifatnya disruptif, tentu terdapat volatilitas yang tinggi.

“Kami selalu menekankan kepada teman-teman yang ingin melakukan investasi untuk memahami dulu fundamental aset yang akan diinvestasikan, kemudian perlu menentukan profil risiko investor seperti apa,” kata Jonathan.

Jonathan menuturkan Ada beberapa tips agar menjadi lebih baik dalam investasi, pertama pilih platform yang berada di bawah naungan Bappebti yang taat pada aturan dan regulasi di Indonesia.

“Kedua jangan gunakan uang panas, gunakan uang yang memang tidak dipergunakan untuk kebutuhan apapun. Ketiga bisa pakai strategi Dollar Cost Averaging (DCA) yaitu sebuah prinsip di mana kita percaya aset tersebut akan naik, untuk itu kita bisa berinvestasi secara bertahap. Intinya adalah melakukan riset dan edukasi sebelum melakukan investasi agar dapat mengambil keputusan yang bijak,”imbuhnya.

Tinggalkan Komentar