Jumat, 01 Juli 2022
02 Dzul Hijjah 1443

Bappenas Minta Sri Mulyani Genjot Pajak untuk Kurangi Utang

Rabu, 25 Mei 2022 - 21:22 WIB
Bappenas Minta Sri Mulyani Genjot Pajak, Kurangi Utang
Menteri Keuangan Sri Mulyani

Kementerian PPN/Bappenas berharap Menteri Keuangan Sri Mulyani mampu menggenjot penerimaan pajak. Penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap utang.

Deputi bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti bilang, peningkatan pajak berperan mencapai konsolidasi fiskal dan pengendalian utang.

“Yang menjadi salah satu concern kita adalah bagaimana kebutuhan dari pembiayaan defisit, sedapat mungkin terus dibiayai oleh peningkatan penerimaan perpajakan,” tutur Amalia dalam seminar virtual di Jakarta, Rabu (25/5/2022).

Upaya menggenjot setoran pajak, kata dia, merupakan fokus pemerintah di masa pemulihan ekonomi. Berbagai kebijakan juga telah dikeluarkan pemerintah untuk mengerek rasio pajak (tax ratio) Indonesia, yang saat ini masih terlampau rendah.

Baca juga
AEPI: Sri Mulyani Tahan Duit Kompensasi Rp139 Triliun, Utang PLN Menggunung

Tax ratio akan diupayakan mampu menembus 10 persen di tahun-tahun mendatang. Apalagi, reformasi perpajakan telah dilakukan melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

“Sekarang ini kalau kita bandingkan dengan negara lain, peningkatan perpajakan kita terhadap PDB itu relatif tidak sebaik negara tetangga,” imbuh Amalia.

Optimalisasi sumber pendapatan negara diharapkan mampu menekan penarikan utang untuk pembiayaan anggaran. Nantinya, defisit anggaran dapat dipersempit dan menekan pembiayaan.

Meski level utang Indonesia berada di kategori yang aman, namun sebisa mungkin dapat dikurangi. Apabila utang dapat dikendalikan dan ditekan, beban bunga utang yang harus dibayar, juga akan ikut terkendali.

Baca juga
Sri Mulyani Gemar Keluarkan SUN, Indonesia Raja Utang, Ekonominya Melambat

“Karena beban belanja pembayaran bunga utang, kita cenderung menunjukkan peningkatan. Utamanya, jika dibandingkan dengan negara-negara lain,” jelas Amalia. [ikh]

Tinggalkan Komentar