Jumat, 12 Agustus 2022
14 Muharram 1444

Bareskrim Lacak Aset Investasi Bodong Rp1,3 T

Rabu, 22 Des 2021 - 19:48 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Bareskrim Lacak Aset Investasi Bodong Rp1,3 T

Bareskrim akan melacak aset tiga tersangka kasus investasi bodong alat kesehatan (alkes) dengan kerugian mencapai Rp1,3 triliun.

Dalam melacak aset tiga tersangka kasus investasi bodong tersangka kasus investasi bodong, Polri melibatkan PPATK. Ketiga tersangka kasus investasi bodong alkes ini sudah dalam penahanan oleh Bareskrim. Mereka adalah V, B, dan DR.

“Selanjutnya penyidik akan melakukan tracing aset kepada para tersangka dan permintaan penelusuran oleh PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan),” ujar Kabag Penum Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Rabu (22/12/2021).

Dia mengatakan, Polri akan memeriksa sejumlah ahli dalam kasus dugaan investasi bodong alkes. Para ahli tersebut antara lain, ahli perbankan, ahli Tindak Pidana dan Pencucian Uang (TPPU), hingga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes).

Baca juga
Pemerintah Bantah Empat Orang WNI di Bekasi Tertular Varian Omicron

“Kemudian rencana berikut juga akan memeriksa terkait proyek alkes yang telah dijadikan modus operandi oleh para tersangka,” jelas Ramadhan

Investasi Bodong Rp1,3 Triliun Tawarkan Keuntungan 30 Persen

Modus tersangka dalam kasus ini dengan menjanjikan para korban keuntungan sebesar 10-30 persen dalam rentan waktu 1-4 minggu.

“Para pelaku menawarkan kepada para investor untuk melakukan suntikan modal dengan janji keuntungan berkisar 10 sampai dengan 30 persen dalam kurun waktu 1 sampai dengan 4 minggu,” ujar Ramadhan

Ramadhan mengatakan hingga 3 Desember 202 para korban atau investor masih mendapatkan keuntungan sesuai dengan perjanjian. Namun setelah itu meraka sudah tidak menerima lagi keuntungannya.

Baca juga
Inter Milan Seimbang dalam Sepekan, Bantai Milan dan Gulung Roma

“Namun, per tanggal 5 Desember sudah tidak ada lagi pencairan. Artinya apa, di awal-awal pencairan itu ada, namun sampai tanggal 5 pencairan keuntungan itu sudah tidak ada,” jelasnya.

Tiga tersangka, V, B, dan DR, berperan mencari customer atau klien untuk bersedia menanamkan modalnya dalam investasi bodong alat kesehatan (alkes) ini. Ramadhan mengatakan pihaknya tengah melakukan pendalaman terkait kemungkinan adanya tersangka lain.

“Perannya mereka masing-masing untuk sementara mencari customer ya, yang jelas mereka terlibat langsung dalam mencari customer. Sehingga ketiganya ini yang berhubungan dengan korban,” kata Ramadhan

“Tentu penyidik masih mengembangkan, mendalami keterlibatan, apakah masih ada tersangka-tersangka lain. Nanti hasil pengembangan akan disampaikan,” tambahnya.

Tinggalkan Komentar