Sabtu, 28 Mei 2022
27 Syawal 1443

Barisan Gus dan Santri Desak PBNU Nonatifkan Mardani H Maming dari Bendum PBNU

Gus dan Santri Desak PBNU Nonatifkan Mardani dari Bendum PBNU
Sekjen Bagus, Yusuf Hidayat (Kanan), Ketum Bagus KH Fahmi Amrullah Hadziq (kanan).

Barisan Gus dan Santri (Bagus) Nasional, menyarankan agar PBNU menonatifkan Mardani H Maming dari posisi Bendahara Umum (Bendum) PBNU hingga kasus dugaan suap IUP Tanah Bumbu selesai. Sehingga ada titik terang posisinya dalam kasus ini.

Sebagai oganisasi para Gus dan Santri se-Indonesia, Bagus memang punya concern terhadap Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di republik ini. Jangan sampai NU diisi orang yang bermasalah. Perlu ada kejelasan bahwa Mardani H Maming sebagai saksi sidang Tipikor PN PN Banjarmasin, tak terbukti melakukan pelanggaran hukum, ketika menjabat Bupati Tanah Bumbu periode 2010-2018. “Seyogyanya Mardani H Maming cuti dari jabatannya sebagai Bendum PBNU. Dia seharusnya secara ksatria menyatakan, saya cuti sementara sampai kasus yang membuatnya dipanggil paksa sebagai saksi di pengadilan Tipikor selesai,” kata Yusuf Hidayat, Sekjen Bagus, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (27/4/2022).

Baca juga
Hendak Kabur, Otak Pinjol Ilegal Asal China Ditangkap di Bandara

Menurut Yusuf, Bagus yang saat ini diketuai KH Fahmi Amrullah Hadziq, cucu Hadratus Syeikh NU KH Hasyim Asy’ari, menganggap janggal kehadiran Bendum Mardani H Maming di Pengadilan Tipikor Banjarmasin dengan pengawalan ratusan kader Banser (Barisan Ansor Serba Guna) yang merupakan Badan Otonom PBNU. “Entah itu inisiatif Banser atau inisiatif elite pengurus PBNU lainnya, tindakan seperti itu kami nilai tindakan pengecut. Mardani yang seharusnya justru bersikap gentle dengan melarang kedatangan Banser untuk mendukungnya. Sebagai Bendum PBNU, Mardani harusnya menjaga kesakralan NU dari hal-hal negatif seperti kasus korupsi,” tegasnya.

Atas kejadian pada Senin di PN Tipikor, Bagus menyarankan PBNU untuk menonaktifkan Mardani dari posisi Bendum PBNU. “Kalau Mardani tidak mau cuti, maka sebaiknya PBNU yang menonaktifkan Mardani demi menjaga marwah Nahdlatul Ulama agar tidak terseret-seret persoalan pribadi pengurus elitenya di masa lalu,” saran Yusuf.

Baca juga
Kalau Kejagung dan KPK 'Masuk Angin' Bongkar Otak Suap IUP Tanah Bumbu, MAKI Siapkan Praperadilan

Sebab menurut Yusuf, Mardani H Maming dipanggil paksa hakim Tipikor terkait urusan pribadi Mardani saat menjadi Bupati Tanah Bumbu yang peristiwanya terjadi jauh sebelum menjadi pengurus elite PBNU.

Sementara pandangan berbeda disampaikan Angga Prabu, anggota HIPMI Kota Depok, yang menganggap kehadiran Mardani H Maming yang merupakan Ketua BPP HIPMI di persidangan Tipikor dengan kawalan Banser menunjukkan dia orang baik. “Dari video-video yang beredar, ternyata Ketum Mardani juga dikawal teman-teman dari Banser dan Ansor sampe ratusan. Logikanya begini, kalau dia bukan orang baik, gak mungkinlah sampai ada yang mengawal begitu banyaknya, begitu hebatnya,” kata Angga kepada Inilah.com, Rabu (27/4/2022).

Baca juga
Sambangi PBNU, Jaksa Agung Burhan Ketemu Haji Maming yang 3 Kali Mangkir Panggilan Hakim

Selain dikawal Banser, menurut Angga, Ketua Umum HIPMI juga dikawal anggota-anggota HIPMI Banjarmasin dan Kalsel. Menurut Angga, dukungan HIPMI menunjukkan bahwa mereka memang meyakini adanya kriminalisasi terhadap Mardani. “Kalau kita teman-teman HIPMI, kita pasti bersama ketua kita, karena memang awalnya ada penggiringan opini saat jadi saksi virtual yang ternyata dianggap tidak sah, sampai akhirnya ada pemanggilan paksa untuk hadir. Nah ternyata di balik ini semua, Ketum Mardani bilang ada banyak pihak yang ingin menjatuhkan dia,” kata Angga.

 

Tinggalkan Komentar