Selasa, 06 Desember 2022
12 Jumadil Awwal 1444

Baru Setahun jadi Menteri Jokowi, Yaqut Sudah 5 Kali Bikin Gaduh

Jumat, 25 Feb 2022 - 15:19 WIB
Penulis : Fadly Zikry
Menag Yaqut Mantan Menag Fachrul Razi Wamenag Zainut - inilah.com
Menag Yaqut Cholil Qoumas (tengah), Mantan Menag Fachrul Razi (kiri), dan Wamenag Zainut Tauhid (kanan) - kemenag.go.id

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kembali menjadi perhatian publik. Kali ini terkait pernyataannya yang membandingkan azan dengan suara gonggongan hewan.

Menaq Yaqut bukan kali ini saja membuat kontroversi. Sejak dilantik pada 23 Desember 2020 dan dipercaya Presiden Jokowi menjadi Menteri Agama, ia sudah berulang kali memancing kemarahan publik.

Berikut catatan inilah.com, Jumat (25/2/2022).

1. Melindungi Masyarakat Syiah dan Ahmadiyah

Yaqut pernah mengatakan akan melindungi masyarakat minoritas seperti warga Syiah dan Ahmadiyah. bahkan ia menyebut pemerintah akan mengafirmasi hak beragama mereka di Indonesia. Ia tidak ingin ada kelompok beragama minoritas yang terusir dari kampung halaman.

“Mereka warga negara yang harus dilindungi,” katanya pada 24 Desember 2020.

Menjadi perbincangan banyak orang, Yaqut mengklarifikasi pernyataannya. Ia menyatakan pemberian perlindungan bagi semua warga negara bukan kepada kelompok Syiah dan Ahmadiyah.

“Tidak ada pernyataan saya melindungi organisasi atau kelompok Syiah dan Ahmadiyah. Sikap saya sebagai menteri agama melindungi mereka sebagai warga negara. Sekali lagi, sebagai warga negara. Bukan jemaah Syiah dan Ahmadiyah, karena semua warga negara sama di mata hukum. Ini harus clear,” katanya.

Baca juga
Pelatih Singapura Waspadai Perangkap Mengerikan Timnas Indonesia

2. Membaca Doa Semua Agama

Kontroversi lainnya yaitu, Yaqut pernah menyampaikan agar jajarannya membacakan doa seluruh agama yang diakui di Indonesia dalam setiap acara Kemenag.

Hal itu disampaikannya dalam Rakernas Kemenag tahun 2021 pada 5 April 2021. Menurutnya, semakin banyak doa maka semakin besar pula kemungkinan doa tersebut dikabulkan.

3. Mengucapkan Selamat Hari Raya ke Komunitas Baha’i

Pada Juli 2021, Menag Yaqut lagi-lagi membuat kontroversi dengan memberikan ucapan selamat Hari Raya Naw Ruz 178 EB. ke komunitas Baha’i. Komunitas ini dianggap sebagai salah satu aliran sesat di Indonesia. Namun, Kementerian Agama kemudian membuat pernyataan tambahan yang menyatakan bahwa Baha’iyah merupakan sebuah Agama tersendiri dan tidak terikat pada suatu Agama apapun. Atas dasar hal tersebut, Menag Yaqut pun memberi ucapan Selamat Hari Raya Naw Ruz 178 EB.

4. Kemenag Hadiah Negara untuk NU

Pernyataan tersebut disampaikan Yaqut saat memberikan sambutan di webinar bertajuk “Santri Membangun Negeri dalam Sudut Pandangan Politik, Ekonomi, Budaya, dan Revolusi Teknologi” yang ditayangkan di kanal YouTube TV NU pada 20 Oktober 2021.

Mantan Ketua GP Anshor itu mengungkapkan berdasarkan perbincangannya dengan salah satu stafnya.

Baca juga
China Eastern Bekukan 223 Pesawat Boeing 737-800

“Saya bilang bukan. Kementerian Agama adalah hadiah negara untuk NU bukan untuk umat Islam secara umum, spesifik NU. Jadi wajar kalo sekarang NU memanfaatkan banyak peluang di Kemenag untuk NU,” katanya.

Pernyataan Yaqut pun lagi-lagi memancing kemarahan publik. Bahkan mantan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar NU (PBNU), Helmy Fasihal Zaini mengkritik hal itu. Kriitk juga datang dari Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Itu bukan hadiah. Itu adalah keharusan karena kita negeri ini berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Tentu semua agama sangat penting untuk dilindungi,” tegas Kalla.

5. Bandingkan Kumandang Azan dengan Gonggongan Hewan

Kontroversi kelima atau yang tebaru yaitu membandingkan suara azan dengan gonggongan hewan. Politikus PKB itu mulanya memberikan penjelasan terkait aturan volume suara toa masjid dan musala setiap waktu sebelum azan. Saat menejaskan aturan volume suara azan, ia menyamakan dengan gangguan suara hewan.

“Yang paling sederhana lagi, kalau kita hidup dalam satu kompleks, misalnya. Kiri, kanan, depan belakang pelihara anjing semua. Misalnya menggonggong dalam waktu bersamaan, kita ini terganggu nggak? Artinya apa? Suara-suara ini, apa pun suara itu, harus kita atur supaya tidak jadi gangguan. Speaker di musala-masjid silakan dipakai, tetapi tolong diatur agar tidak ada terganggu,” kata Yaqut.

Baca juga
Kapolri Tunjuk Irjen Toni Harmanto Jadi Kapolda Jatim Gantikan Teddy Minahasa

Anak buah Yaqut di Kementerian Agama juga telah memberikan klarifikasi terkait pernyataan tersebut. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi (HDI) Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, mengatakan bahwa Yaqut Cholil Qoumas sama sekali tidak membandingkan suara azan dengan suara gonggongan anjing.

Kali ini kritik datang dari semua penjuru. Bahkan PKB ikut mengkritik pernyataan ngawur tersebut.

“Lha kok ini analogikan dengan gonggongan anjing. Astaghfirullah! Kami sarankan dengan hormat agar Menag meralat dan mengakui kesalahan analoginya,” kata Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid.

Tinggalkan Komentar