Kamis, 30 Juni 2022
01 1444

Batal Bangkrut, Garuda Pakai Pesawat Lama dan Hapus Rute Internasional

Jumat, 17 Jun 2022 - 23:07 WIB
Garuda Hanya akan Pakai Pesawat Lama dan Hapus Rute Internasional
Direktur Utama Pt Garuda Indonesia (persero) Tbk Irfan Setiaputra/ist

PT Garuda Indonesia (Persero) akan menggunakan kembali pesawat lama mereka untuk beroperasi sebagai tambahan armada. Hal ini sebagai salah satu strategi bisnis Garuda usai proposal perdamaiannya disetujui para kreditur dalam voting PKPU.

Namun penambahan pesawat ini bukan penyewaan baru pesawat, melainkan menggunakan pesawat lama yang selama ini tidak Garuda pakai.

“Artinya kita dengan para lessor sudah memperoleh kesepakatan artinya pesawat yang unservices bisa kita segerakan atau terbangkan melayani kebutuhan publik,” kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra di Kantor Garuda Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022).

Baca juga
Pesawat Boeing 737-800 China Eastern Jatuh, Bos Garuda Bilang Begini

Dia mengatakan ada banyak pesawat Garuda yang selama ini tidak terpakai. Namun dalam waktu dekat akan kembali maskapai gunakan untuk memenuhi strategi bisnis.

“Kira-kira mendekati 70 total pesawat. Namun kita butuh waktu membuat pesawat tersebut serviceable,” tambahanya.

Selain itu, Garuda Indonesia juga akan menambah rute perjalanan khususnya rute domestik. Sedangkan untuk rute internasional, Garuda hanya melayani umrah, haji, dan kargo.

“Eksekusi ini penambahan pesawat, penambahan rute dan lain-lain, pelan-pelan kita akan fokuskan pesawat menjadi serviceble yang nampaknya antusias masyarakat tengah meningkat. Untuk rute internasional hanya menerbangkan yg menguntungkan,” terangnya.

Irfan menyebut, strategi bisnis tersebut yang membuat para kreditur menyetujui proposal pedamaian PKPU.

Baca juga
Komut Prasetio Jelaskan Pergantian Dirut Citilink tak Terkait Masalah Hukum

“Bisnis plan yg kita sampaikan dan membuat kreditur semuanya percaya dan menyatakan yes terhadap proposal merupakan bisnis plan yg basisnya profitability,” tutupnya.

Sebelumnya, melalui forum voting Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), para kreditur akhirnya sepakat dengan proposal perdamaian yang ditawarkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Ketua Pengurus PKPU Garuda, Jandri Siadari menyatakan, dalam voting ini hadir 365 kreditur konkuren. Mereka hadir secara langsung sebanyak 326 kreditur dan online sebanyak 39 kreditur. Total jumlah hak suara yang dikumpulkan mencapai 12.479.432 suara. [ipe]

Tinggalkan Komentar