Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

BBM Kian Mahal dan Langka, Sudah Saatnya Beralih ke Mobil Listrik

Senin, 15 Agu 2022 - 13:41 WIB
Mobil listrik Daihatsu Ayla EV (Foto: inilah.com/Didik Setiawan)
Mobil listrik Daihatsu Ayla EV (Foto: inilah.com/Didik Setiawan)

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia terus naik, bahkan untuk jenis BBM bersubsidi Pertalite saat ini sudah mulai jarang ditemui. Naik-turunnya harga BBM itu rupanya membuat pabrikan otomotif menggoda orang Indonesia untuk segera beralih menggunakan mobil listrik.

Hal itu bisa terlihat dari sebagian besar merek otomotif yang ikut berpameran di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 menunjukkan kesiapannya memasuki era kendaraan elektrik. Segmennya tak lagi berkutat di kelas atas, tapi juga melebar ke bawahnya. Memakai mobil listrik akan semakin bergeser dari semata gengsi, tapi juga menyangkut kebutuhan.

Penyelenggaraan GIIAS tahun ini diikuti oleh 25 merek mobil penumpang dan niaga, seperti Audi, BMW, Chery, Daihatsu, DFSK, Honda, Hyundai, Isuzu, KIA, Lexus, Mazda, MG, Mini, Mitsubishi, Nissan, Porsche, Subaru, Suzuki, Toyota, VW, dan Wuling. Dari lini kendaraan niaga ada Hino, Isuzu, Mitsubishi Fuso, dan UD Trucks.

Sebagian besar dari pabrikan itu memamerkan kendaraan bertenaga baterai; mulai dari yang sepenuhnya baterai (battery electric vehicle/BEV), hingga yang memadukan energi baterai dengan mesin berbahan bakar (hybrid). Mobil-mobil elektrifikasi itu ada yang siap diboyong pulang pembeli, ada juga yang masih tahap konsep.

0812 031329 Eb59 Inilah.com 1024x683 - inilah.com
Lexus LF-Z Electrified Concept (Foto inilah.com)

Lexus, misalnya, tahun ini hanya memamerkan lini mobil elektrifikasi. Di stan Lexus yang mewah dan elegan itu, sesuai citra yang disodorkan, terpajang model LS 500h, ES 300h Ultra Luxury, NX 350h Luxury, dan UX 300e yang menjadi salah satu kendaraan resmi KTT G20. Ini adalah model-model yang sudah dipasarkan.

Pada pembukaan GIIAS 2022, Kamis (11/8/2022), mereka meluncurkan model baru All New Lexus RX bertenaga hibrida. Menurut rencana, akan ada dua varian, yakni RX Hybrid Electric (HEV) dan RX Plug-in Hybrid Electric (PHEV).

Baca juga
Kiat Mudik Aman dan Nyaman dengan Sepeda Motor

Bansar Maduma, General Manager Lexus Indonesia, mengatakan tidak mematok target penjualan selama pameran. ”Kami justru ingin memasyarakatkan pengurangan emisi gas buang dengan cara membatasi konsumsi bahan bakar lewat kendaraan hybrid, plug-in hybrid, dan bahkan BEV,” ujarnya pada Jumat (12/8/2022).

Bansar juga menyebutkan, minat konsumen pada mobil elektrifikasi Lexus meningkat di tahun ini, dibandingkan sepanjang tahun lalu. ”Sepanjang 2022, penjualan mobil elektrik Lexus mencapai 20 persen dari sekitar 500 unit yang terjual. Tahun lalu, persentasenya baru 8 persen,” katanya.

Lexus RX terbaru, ujar Bansar, akan segera dipasarkan di Indonesia. Mobil ini kini sedang dalam tahap uji jalan raya. Harganya baru akan diumumkan ketika diluncurkan kelak.

Performa mobil listrik

Sesama kelas mobil mewah, Porsche, yang kembali ikut berpameran di GIIAS setelah tujuh tahun absen, juga memamerkan lini mobil elektrifikasi mereka, yakni Porsche Taycan Turbo yang murni ditenagai baterai, dan Cayenne Turbo S E-hybrid. Satu mobil lain yang dipamerkan adalah mobil berbahan bakar bensin, yakni 718 Cayman GT4.

Michael Vetter, Managing Director Porsche Indonesia, mengatakan, permintaan Porsche Taycan yang bertenaga baterai cukup tinggi di Indonesia. ”Model bertenaga plug-in hybrid seperti Cayenne dan Panamera juga disukai di sini,” ujarnya.

Di hari pertama, seorang pengunjung terdengar siap membayar uang muka untuk satu unit Porsche Taycan, yang harganya di atas Rp 2 miliar. ”Selain ramah lingkungan, mobil full listrik juga bebas aturan ganjil genap,” katanya, yang enggan dituliskan namanya. Taycan adalah mobil performa tinggi.

Merek mewah lainnya, BMW, juga mendatangkan unit kendaraan baterai murni, yakni model SUV BMW iX xDrive40, dan sedan Gran Coupe BMW i4 eDrive40. Dua model ini dipamerkan di paviliun khusus di Convention Hall ICE BSD City, yang hanya ditempati BMW Group.

Baca juga
Jokowi Tidak Ingin Putuskan Capres 2024 Sendiri, akan Ajak Relawan
BMW
BMW iX

Ramesh Divyanathan, Presiden Direktur BMW Group Indonesia, mengatakan, peluncuran lini mobil listrik BMW dan Mini merupakan komitmen mereka untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. ”Hadirnya BMW iX dan i4 di Indonesia menjadi tolok ukur baru dari sebuah kendaraan listrik mewah,” ujarnya.

Pernyataan itu bisa diterima. BMW iX, misalnya, adalah SUV berkapasitas baterai besar, yakni 70 kWh yang ditengarai bisa menempuh jarak hingga 420 kilometer (km). Akselerasinya untuk kelas SUV pun mengagumkan. Dengan produksi tenaga 326 HP, mobil ini hanya membutuhkan waktu 6,1 detik sejak berhenti hingga kecepatan 100 km per jam.

Sedan i4 lebih dahsyat lagi. Motor listriknya menghasilkan daya 340 hp disalurkan ke roda belakang. Apabila pedal gas ditekan, mobil ini bisa melesat hingga 100 km per jam dalam waktu 5,7 detik. Jarak tempuh baterainya mencapai 580 km, berdasarkan penghitungan WLTP.

BMW iX dan i4 sudah bisa dipesan dengan harga off-the-road masing-masing Rp 2,267 miliar, dan Rp 1,997 miliar. Meski mahal, kedua mobil atraktif ini tak pernah sepi dari amatan pengunjung, baik yang hanya mengagumi dari luar maupun yang masuk ke dalam kabinnya.

Jarak tempuh BMW i4 itu melampaui Hyundai Ioniq 5 tipe long range yang berkisar di angka 451-481 km. Pabrikan asal Korea Selatan ini tak menonjolkan mobil bertenaga baterai itu lagi karena penjualannya sudah lebih dari 2.500 unit di Indonesia. Alih-alih, Hyundai meluncurkan mobil bermesin konvensional yang kian memeriahkan persaingan di segmen low MPV (multi purpose vehicle), yakni Hyundai Stargazer.

Meski demikian, Hyundai tetap menyediakan Hyundai Ioniq 5 untuk diuji pengunjung di arena uji kendara khusus kendaraan listrik di dalam ruangan Hall 10 ICE BSD City.

Baca juga
Viral Pemukulan Sopir Transjakarta, Pelaku Pilih Menyerah ke Polisi

Konsep mobil listrik

Untuk merek Honda dan Daihatsu, dua pabrikan yang telah lama beroperasi di Indonesia, tak mau ketinggalan dalam gerbong elektrifikasi ini. Keduanya memamerkan mobil konsep mereka. Daihatsu menunjukkan wujud Ayla EV, yang berbasis kendaraan LCGC Daihatsu Ayla.

Sri Agung Handayani, Direktur Marketing, Corporate Planning, dan Communication PT Astra Daihatsu Motor, mengatakan, desain dan rancang bangun mobil konsep itu telah dikerjakan sejak 2020 lalu. Sampai saat ini, konsep itu masih terus digodok dan dikembangkan tim penelitian dan pengembangan di Karawang, Jawa Barat.

Mobil listrik Daihatsu Ayla EV .
Mobil listrik Daihatsu Ayla EV .

Sosok mobil konsep Ayla EV ini tak berbeda jauh dengan Ayla bermesin bensin atau kembarannya, Toyota Agya. Hanya saja, seperti kendaraan listrik lainnya, gril depan tertutup rapat.

Kaca spion di kanan dan kiri bodi menggunakan spion digital yang akan direfleksikan di dalam ruang kabin depan. ”Secepatnya,” jawab Sri Agung ketika ditanya kapan studi selesai dan Agya EV siap uji coba.

Sementara Honda memamerkan platform hybrid yang mereka beri nama e:HEV. Di panggung, terpajang dua mobil yang mengusung platform ini, yaitu Honda Accord dan Honda CR-V. Dua model hybrid ini direncanakan akan diluncurkan pada 2023. Namun selama pameran, pengunjung bisa ”mencicipi” CR-V Hybrid di area uji kendara.

Tinggalkan Komentar