Rabu, 17 Agustus 2022
19 Muharram 1444

BBM Subsidi 2022 Tinggal Dikit, Bos Damri Curhat Kelangkaan Solar

Rabu, 29 Jun 2022 - 17:50 WIB
BBM Subsidi 2022 Tinggal Dikit, Bos Damri Curhat Kelangkaan Solar
Armada bus Perum Damri (Okezone).

Tidak sedang bercanda, Direktur Utama Perum Damri Setia N Milatia Moemin mengeluhkan naiknya biaya operasional di daerah, lantaran sulitnya mendapat pasokan bahan bakar minyak (BBM), yakni solar.

“Ini menjadi masalah sendiri bagi Damri sebagai transportasi penghubung wilayah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (3TP),” paparnya saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR, Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Milatia mengungkapkan, Perum Damri perlu merogoh kocek lebih dalam untuk membayar kenaikan harga BBM akibat kelangkaan di daerah. “Dan pada saat kelangkaan BBM itu biasanya kami harus membayar BBM, tidak seperti yang ada di kontrak, kadang bisa 2,5 kali atau sampai 3 kali lipat. Sehingga ini sendiri adalah tantangan dan karena sudah ada di kontrak ini tidak bisa kami tagihkan,” papar Milatia.

Baca juga
Optimalisasi Kelola Dana, BRI Gandeng KAI dan Anak Usaha soal ‘Notional Pooling’

Saat harga BBM tinggi pun, kata dia, Perum Damri tetap harus beroperasi. Ini karena bus Damri menjadi satu-satunya transportasi penghubung di daerah pelosok. “Contoh kayak anak-anak sekolah di Papua pun tidak berangkat sekolah, karena memang alternatif dari angkutan supaya mereka bisa sampai ke tujuan satu-satunya hanya Damri,” sambungnya.

Milatia menyebut, dalam penyerapan anggaran untuk angkutan perintis pada tahun 2022, rata-rata nilai anggarannya sebesar 95 persen. Sedangkan untuk angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sudah 98 persen.
Padahal di tengah kondisi pandemi COVID-19, seluruh moda transportasi termasuk Damri, turut serta mengalami penurunan pelanggan. “Kondisi pandemi seperti seluruh industri transportasi lainnya kami mengalami penurunan pelanggan,” ujar Milatia.

Baca juga
100 Wanita Paling Berpengaruh, Nicke Kalahkan Sri Mulyani di Bawah Megawati

Di tempat terpisah, BPH Migas memprediksi, kuota BBM subsidi bakalan ludes pada Oktober 2022. Saat ini, realisasi penyaluran BBM subsidi, Pertalite atau Solar sudah di atas 50 persen. “Hingga 20 Juni 2022, penyaluran BBM Jenis Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite mencapai 57,56 persen, atau 13,26 juta kiloliter (kl) dari total kuota 2022 sebanyak 23,05 juta kl. Sedangkan Jenis BBM Tertantu (JBT) Solar mencapai 51,24 persen dari total kuota 2022. Atau sebanyak 15,10 juta kl. Konsumsi rata-rata bulanan di atas 10 persen,” papar Anggota Komite BPH Migas, Saleh Abdurrahman dalam webinar yang dipantau di Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Tinggalkan Komentar