Kamis, 07 Juli 2022
08 Dzul Hijjah 1443

Bea Cukai Amankan Jutaan Rokok Ilegal dan Mesin Pembuat Pita Cukai Palsu di Jawa Tengah

Kamis, 09 Jun 2022 - 17:24 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Jawa tengah
(Foto ist)

Bea Cukai merupakan salah satu instansi penegak hukum yang diamanatkan oleh Undang-Undang untuk mengamankan hak-hak keuangan negara di bidang kepabeanan dan cukai. Kali ini, melalui Operasi Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai berhasil melindungi masyarakat dari beredarnya rokok ilegal di wilayah Jawa Tengah.

“Rokok ilegal adalah rokok impor atau rokok produksi dalam negeri yang tidak dilekati pita cukai, dilekati pita cukai bekas, dilekati pita cukai palsu, dilekati pita cukai tidak sesuai golongannya atau dilekati dengan pita cukai yang berbeda,” ungkap Hatta Wardhana, Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai.

Dalam pelaksanaan Operasi Gempur Rokok Ilegal, pada Selasa (31/05), Bea Cukai Kudus kembali memperoleh informasi tentang adanya Gudang Jasa Pengiriman yang digunakan sebagai tempat untuk penyortiran pengiriman rokok ilegal yang terletak di Desa Kalipucang, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara. Setelah ditelusuri, Tim Bea Cukai melakukan pemeriksaan terhadap paket-paket yang dicurigai. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan lima koli paket kiriman berisi rokok ilegal jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) tanpa dilekati pita cukai.

Baca juga
Jaga Perairan Indonesia, Bea Cukai Bangun Sinergi dengan KSOP dan Polairud

“Pada lima koli paket yang ditemukan, tim mendapati empat koli berisi 1.300 bungkus rokok ilegal dengan merek Extra Bold dan satu koli berisi 500 bungkus rokok ilegal berbagai merek. Total terdapat 36.000 batang rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai. Perkiraan nilai barang senilai Rp41.040.000,00 dengan potensi penerimaan negara senilai Rp27.494.640,00,” terang Hatta.

Pada Kamis (02/06), Tim Bea Cukai Kudus kembali memperoleh informasi tentang adanya empat bangunan yang digunakan sebagai tempat untuk mengemas dan menimbun rokok ilegal di Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. Tim segera bergerak menuju lokasi pertama di Desa Manyargading dan mendapati adanya kegiatan mengemas dan menimbun rokok ilegal. Tim menemukan 39 karton berisi rokok batangan jenis SKM dan 45 slop rokok berbagai merek tanpa pita cukai dan sebagian dilekati pita cukai palsu, serta barang-barang penolong untuk kegiatan pengemasan.

Di lokasi kedua, di Desa Robayan, tim kembali menemukan empat karton rokok batangan jenis SKM tanpa dilekati pita cukai. Selanjutnya di lokasi ketiga dan keempat, di Desa Purwogondo, tim mendapati rokok jenis SKM dilekati pita cukai palsu dan tanpa dilekati pita cukai. Dari empat lokasi, total ditemukan barang bukti sejumlah 1.341.760 batang rokok ilegal dengan perkiraan nilai barang senilai Rp1.529.606.400,00 dan potensi penerimaan negara Rp1.024.755.782,00.

Masih dalam rangka semangat Operasi Gempur Rokok Ilegal, pada hari Rabu (25/05), Tim Bea Cukai Semarang mendapatkan informasi intelijen bahwa akan terdapat pengiriman barang berupa pita cukai palsu di sekitar wilayah Kota Semarang. Setelah melakukan pendalaman informasi, tim mendapati percetakan yang diduga digunakan untuk mencetak pita cukai palsu. Selanjutnya, pada Kamis (26/05), tim berhasil mengamankan operator mesin cetak berinisial MM. Setelah dilakukan penggeledahan, tim mendapati satu buah mesin cetak Oliver-58 Sakurai 58X44 yang diduga sebagai mesin pencetak pita cukai palsu, tiga botol pewarna cetakan, sampah-sampah sisa cetakan pita cukai yang diduga palsu, dan plat cetakan pita cukai.

Baca juga
Gali Potensi Ekspor di Daerah, Bea Cukai Bangun Kolaborasi dengan Pemerintah Setempat

Hatta menambahkan bahwa di Tegal, Bea Cukai Tegal bersinergi dengan salah satu penyedia jasa pengiriman untuk mengantisipasi adanya modus pengiriman rokok ilegal dengan salah pemberitahuan memanfaatkan promo-promo belanja melalui e-commerce. Setelah melakukan koordinasi, Bea Cukai melakukan pemeriksaan atas paket-paket yang datang, pada Rabu (08/06). Berdasarkan hasil pemeriksaan, didapati puluhan paket tanpa dilekati pita cukai. “Setelah dilakukan pencacahan diketahui jumlah rokok ilegal sebanyak 182.000 batang dengan nilai barang mencapai Rp207.480.000,00 dan potensi kerugian negara senilai Rp137.013.240,00,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

×