Bea Cukai Jateng DIY, Tanjung Emas, dan Pasuruan Catat Pertumbuhan Realisasi Penerimaan 2021

Bea Cukai Jateng DIY, Tanjung Emas, dan Pasuruan Catat Pertumbuhan Realisasi Penerimaan 2021 - inilah.com

Hingga 31
Agustus 2021, Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Bea Cukai Tanjung Emas dan Bea Cukai
Pasuruan berhasil mencatat pertumbuhan realisasi penerimaan negara. Peningkatan
realisasi ini dihasilkan dari berbagai sektor, baik ekspor, impor, dan cukai.

Di Semarang,
Kanwil Bea Cukai Jateng DIY mencatat pertumbuhan realisasi penerimaan negara
sebesar 9,19 % atau sebesar Rp 2,16 Triliun. Di sektor cukai hasil tembakau,
tumbuh 9,13 % atau sebesar Rp1,97 triliun. Untuk penerimaan bea masuk sebesar
Rp 1,13 triliun, mengalami peningkatan sebesar 14,35 % atau sebesar Rp 142,2
milyar. Sementara bea keluar membukukan pertumbuhan penerimaan sebesar 28,32 %
atau Rp 11,27 milyar. Tren bea keluar maupun devisa ekspor terus meningkat dari
pertangahan tahun 2021 akibat kenaikan harga komoditi turunan crude palm oil
(CPO).

“Penerimaan
Kanwil Bea Cukai Jateng DIY hingga Agustus ini on track, dari target Rp 44,84
triliun, sudah tercapai 57,20% atau Rp 25,65 triliun. Adapun akumulasi
penerimaan dari Januari hingga Agustus 2021 untuk cukai sebesar Rp 24,47
triliun, bea masuk Rp 1,13 triliun, dan bea keluar sebesar Rp51,08 milyar,”
jelas Tubagus Firman, Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai.

Sementara
itu, Bea Cukai Tanjung Emas berhasil lampaui target penerimaan tahun 2021
dengan capaian sebesar 107,85 %. Dengan total penerimaan sebesar Rp 1,037
triliun, yang merupakan penerimaan dari sektor bea masuk sebesar Rp 986,06
milyar dan sektor bea keluar sebesar Rp 51,07 milyar. Penerimaan ini mengalami
peningkatan sebesar 16,03% jika dibandingkan dengan penerimaan di Bulan Agustus
tahun 2020.

Firman
mengungkapkan bahwa di Bea Cukai Tanjung Emas komoditas penyumbang bea keluar
terbesar berupa turunan CPO dan veneer. Sedangkan komoditas penyumbang bea
masuk terbesar berupa bahan baku susu, sparepart sepeda, part of AC dan raw
sugar. “Pertumbuhan realisasi penerimaan sebesar 16,03% dibanding tahun lalu, menunjukkan
adanya geliat kegiatan dari sektor manufaktur maupun konsumsi, ini menjadi
sinyal bahwa di tengah kondisi pandemi, masih ada harapan pertumbuhan ekonomi
di Indonesia, khususnya Jawa Tengah,” imbuhnya.

Kemudian di
Jawa Timur, Bea Cukai Pasuruan berhasil mencapai penerimaan tahun 2021 sebesar
63,47% dengan realisasi sebesar Rp 30,49 triliun dari target Rp 48 triliun.
Dibandingkan pada Bulan Agustus 2020, kinerja penerimaan Bea Cukai Pasuruan
mengalami peningkatan sebesar 18,5%. Sebagai kantor dengan penerimaan cukai
tertinggi di Indonesia, Bea Cukai Pasuruan terus berupaya mencapai target yang
telah ditetapkan.

“Upaya Bea
Cukai Pasuruan memastikan target tercapai adalah dengan melakukan monitoring
Permohonan Penyediaan Pita Cukai (P3C). Berdasarkan monitoring per 25 Agustus
2021, Bea Cukai Pasuruan telah menyerap P3C sebesar 84,29%. Selain itu juga
melakukan visiting dan asistensi secara berkala dan berkelanjutan, serta
meningkatkan kinerja pengawasan dan penindakan BKC ilegal,” terang Firman.

“Berbagai
strategi kami upayakan untuk mengejar target penerimaan negara, dengan dukungan
seluruh pihak kami yakin target dapat tercapai. Dukungan dari seluruh instansi
dan stakeholder dapat memberikan kontribusi positif untuk terus meningkatkan
pertumbuhan ekonomi meskipun di tengah pandemi Covid-19 ini,” pungkas Firman.
[adv]

Baca juga  Bea Cukai Terus Optimalkan Layanan Ekspor Fasilitas Kawasan Berikat
MicrosoftInternetExplorer4

Tinggalkan Komentar