Bea Cukai Kembali Sita 1,2 Juta Batang Rokok Ilegal

Bea Cukai Kembali Sita 1,2 Juta Batang Rokok Ilegal - inilah.com

Untuk
mengawasi masyarakat dari peredaran barang kena cukai ilegal, Bea Cukai secara
aktif melaksanakan operasi gempur rokok ilegal di Kudus dan Morowali. Operasi
ini berhasil mengamankan sebanyak 1.214.600 batang rokok ilegal, dan
mengamankan potensi kerugian negara sebesar Rp 814.170.000.

Tubagus
Firman Hermansjah, Kasubdit Komunikasi dan Publikasi, memaparkan bahwa Bea Cukai
Kudus berhasil mengamankan sebanyak 1.200.000 batang rokok ilegal yang diangkut
dalam sebuah truk. “Dalam operasi gempur rokok ilegal di Kudus, Bea Cukai
berhasil mengamankan sopir truk berinisal W, yang kedapatan mengangkut rokok
jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) dengan merk Pasti Pas yang dikemas tanpa dilekati
pita cukai,” ujar Firman.

Firman
menambahkan bahwa keberhasilan operasi di Kudus ini berawal dari informasi akan
adanya truk yang mengangkut rokok ilegal dari Kudus ke Surabaya, melalui Jalan Lingkar
Pati Selatan. Sementara, Bea Cukai Morowali berhasil mengamankan 14.600 batang
rokok ilegal yang juga tidak dilekati pita cukia, di Desa Matansala, Kecamatan
Bungku Tengah.

“Rokok
ilegal yang diamankan di Morowali ini, dikemas dalam 73 slove rokok berabgai
merk, dan merupakan produk dari Cina. Saat ini barang bukti dan tersangka telah
diproses lebih lanjut, sebagaimana aturan dalam Undang-Undang Cukai,” ujar
Firman.

Firman juga
menjelaskan bahwa selain menjalankan operasi gempur rokok ilegal secara aktif,
Bea Cukai juga memberikan mengedukasi masyarakat melalui sosialisasi tentang
ciri-ciri dan dampak rokok ilegal. “Kami mau mengimbau kepada masyarakat, baik
pedagang ataupun konsumen untuk bisa mengenali ciri rokok ilegal, antara lain
rokok yang tidak dilekati pita cukai (polos), yang dilekati pita cukai palsu,
yang dilekati pita cukai tidak sesuai peruntukkannya, dilekati pita cukai
bekas,” pungkas Firman. [adv]

Baca juga  Penumpang Gelap dan Tiga Masalah Permendikbud Ristek 30
MicrosoftInternetExplorer4

Tinggalkan Komentar