Bea Cukai Layani Ekspor Komoditi Unggulan di Beberapa Daerah

Bea Cukai Layani Ekspor Komoditi Unggulan di Beberapa Daerah - inilah.com

Bea Cukai secara aktif melayani dan mengawasi kegiatan ekspor dari berbagai daerah. Hal ini sejalan dengan upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi di tengah pandemi. Pada kesempatan ini, Bea Cukai Pantoloan melayani proses ekspor biji kakao PT Olam Indonesaia dengan tujuan Malaysia sebanyak 800 ton pada Jumat (27/08) lalu. 

Bertempat di Gudang PT Olam Indonesia,  kegiatan pelepasan ekspor dilaksanakan secara langsung, serta dihadiri Menko Bidang Perekomian dan Menteri Bidang Perindustrian. “Sebagaimana amanat dari Menko Perekonomian  untuk secara kontinyu menggerakan roda perekonomian di Sulawesi Tengah, Bea Cukai akan terus menggali potensi ekspor komoditi unggulan, serta melayani kegiatan ekspor, baik yang eksportir lama ataupun calon eksportir,” ungkap Alimuddin. 

Baca juga  Foto: Progres MRT Jakarta Fase II Capai 23,5%

Alimuddin juga menjelaskan bahwa Sulawesi Tengah telah ditetapkan menjadi salah satu produsen utama kakao nasional. Berdasarkan data tahun sebelumnya, Sulawesi Tengah telah menghasilkan kakao sebanyak 127,300 ton. “Tentunya kami berharap, kegiatan ekspor biji kakao ini dapat secara kontinyu dilaksanakan dari Sulteng, dan semoga dapat mendukung perekonomian masyarakat setempat,” pungkas Alimuddin. 

Sementara Bea Cukai Ambon bersinergi dengan BKIPM dan Disperindag Provinsi Maluku, juga melayani ekspor PT Aneka Sumber Tata Bahari dengan komoditi loin tuna sebanyak 25.248kg atau 840 karton. “Pada Sabtu (28/08) kemarin, Bea Cukai melayani dan mengawasi proses ekspor loin tuna dengan negara tujuan Vietnam. Ekspor kali ini menyumbang devisa sebesar 199.634,56 USD,” papar Saut Mulia, Kepala Kantor Bea Cukai Ambon.  

Baca juga  Bea Cukai Lakukan Operasi Pasar di 3 wilayah

Saut juga menambahkan bahwa petugas Bea Cukai Ambon mengawasi proses stuffing loin tuna dari gudang perusahaan menuju ke pelabuhan Yos Sudarso. Saut berharap sinergi antar instansi terkait di Ambon dapat terus terjalin, sehingga akan banyak ekspor langsung komoditi unggulan yang secara kontinyu dilaksanakan ke depannya.  [ADV]

Tinggalkan Komentar