Bea Cukai Maksimalkan Potensi Ekspor Produk UMKM

Bea Cukai Maksimalkan Potensi Ekspor Produk UMKM - inilah.com

Bea Cukai
Maksimalkan Potensi Ekspor Produk UMKM

Melalaui
sinergi, Bea Cukai serius memberikan dukungan terhadap potensi produk UMKM di
berbagai daerah untuk melakukan ekspor. Selain pemenuhan administrasi, Bea
Cukai juga berupaya untuk berkomunikasi dan memfasilitasi agar produk UMKM dapat
mencapai tujuan tersebut.

Di Banten,
Bea Cukai Soekarno-Hatta mendapatkan kunjungan dari Kementerian Koordinator
Bidang Perekonomian pada Kamis, 16 September 2021. Tujuan kunjungan ini adalah
untuk berdiskusi sekaligus meninjau dukungan fasilitas kargo udara terhadap
peningkatan ekspor Indonesia.

Kasubdit
Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai Finari mengatakan bahwa ekspor adalah hal
yang cukup rumit karena banyak eksosistem atau unsur yang terlibat, sehingga
pentingnya bagi tiap unsur untuk saling bersinergi.

“Masa
pandemi bukan jadi penghalang untuk tetap produktif. Jika terdapat kebingungan
dengan proses ekspor, dapat berdiskusi dengan kami. Bea Cukai Soekarno-Hatta
ingin mendorong ekspor wilayah Banten, karena para pelaku UMKM Banten memiliki
potensi yang menjanjikan, hanya saja mereka kurang memahami regulasi sehingga
memilih untuk menjual produknya ke domestic,” ujar Firman.

Bea Cukai
Soekarno-Hatta tengah melakukan upaya untuk mendorong produk UMKM, antara lain
dengan membentuk tim ekspor agar dapat memberikan layanan One on One Meeting,
membentuk klinik ekspor untuk mengasistensi ekportir secara online dan
pendampingan 24/7, memberikan edukasi dan sosialisasi terhadap permasalahan
dalam bidang ekspor, serta melakukan koordinasi dengan berbagai instansi
terkait di Provinsi Banten.

Di Makassar,
Kanwil Beacukai Sulbagsel terima kunjungan dari Angkasapura Logistik guna
membahas kebijakan pemerintah dalam memfasilitasi ekspor UMKM khususnya dari
sisi logistik dan pengawasannya, (14/09). Kunjungan ini merupakan bukti nyata
sinergi kuat antar instansi, yang pastinya memiliki tujuan positif, di
antaranya rencana pembentukan tim untuk mewujudkan direct export dari Indonesia
Timur.

Firman
mengatakan bahwa hasil bumi tujuan ekspor di Sulawesi s angat melimpah, namun
terdapat kendala dalam mencari sarana pengangkut. “Kami siap menjalankan
projek yang baik dan mulia untuk memajukan Sulawesi dan seluruh daerah di
Indonesia Timur,” ujar Firman.

Sementara di
Timika, Bea Cukai Timika menghadiri Bimbingan Akselerasi Ekspor dan Temu
Koordinasi Jaringan Petani Nasional yang diadakan oleh Karantina Pertanian
Timika, pada Rabu (15/09).Fokus dari kegiatan ini dalah untuk membahas tata
cara ekspor komoditas pertanian secara benar, guna mendukung para pelaku bisnis
komoditas andalan agar dapat melakukan ekspor.

“Banyak
komoditi berpotensi dari Timika yang bisa menembus pasar ekspor, seperti adalah
jenetri, sagu, pinang, gaharu, sarang semut, dan kopi. Dengan adanya acara ini
kami harap dapat menciptakan eksportir baru dari produk pertanian Timika,”
pungkas Firman. [adv]

Baca juga  Bea Cukai Terus Gempur Rokok Ilegal
MicrosoftInternetExplorer4

Tinggalkan Komentar