Bea Cukai Masifkan Kampanye Gempur Rokok Ilegal Lewat Sosialisasi

Bea Cukai Masifkan Kampanye Gempur Rokok Ilegal Lewat Sosialisasi - inilah.com

Sejalan
dengan program Bea Cukai dalam operasi gempur tahun 2021, Bea Cukai di berbagai
daerah di Jawa Timur dan Semarang turut memasifkan kampanye gempur rokok ilegal
dengan menggencarkan sosialisasi sebagai langkah preventif dalam menekan
peredaran rokok ilegal di tengah masyarakat.

Kepala
Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai, Tubagus Firman Hermansjah
mengatakan “Mengedepankan langkah preventif lewat sosialisasi merupakan salah
satu strategi yang dilakukan Bea Cukai dalam operasi gempur 2021.
Pengawasan dalam operasi gempur ini melibatkan seluruh unsur Bea Cukai mulai
dari pelayanan, pengawasan, kehumasan, hingga unit kepatuhan internal serta
memanfaatkan sinergi dengan eksternal.”

Beberapa
Kantor Bea Cukai yang menggelar sosialisasi dalam rangka operasi gempur ini
adalah Kanwil Bea Cukai Jatim I, Bea Cukai Bojonegoro, Bea Cukai Madura, Bea
Cukai Gresik, Bea Cukai Malang, Bea Cukai Sidoarjo dan Bea Cukai Semarang.

Dikatakan
Firman, kantor-kantor pelayanan tersebut mensosialisasikan ketentuan cukai
seperti manfaat cukai, jenis-jenis rokok ilegal hingga cara identifikasi
keaslian pita cukai. Para petugas Bea Cukai di gelaran sosialisasi menjelaskan
bahwa jenis rokok ilegal diantaranya yaitu rokok polos (tanpa dilekati pita
cukai), berpita cukai palsu, bekas, dan berbeda (salah peruntukan dan salah
personalisasi). Sedangkan, untuk ciri umum rokok ilegal yaitu merek rokok tidak
dikenal, tidak ada nama pabrik rokok, merek mirip dengan produk rokok resmi,
tidak disertai tanda peringatan pemerintah mengenai bahaya merokok, dan dijual dengan
harga yang sangat murah.

Selanjutnya
dampak dari peredaran rokok ilegal juga disampaikan kepada peserta sosialisasi.
Maraknya peredaran rokok ilegal di tengah masyarakat mengakibatkan penerimaan
negara di bidang cukai berkurang dan berimbas pada kesejahteraan rakyat. Banyak
sektor negara yang pembiayaannya berasal dari penerimaan cukai. Selain dalam
hal penerimaan, rokok ilegal juga merugikan kesejahteraan masyarakat secara
tidak langsung.

Hal itu dikarenakan penerimaan dari rokok akan digunakan
sebagai dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) di tiap daerah. “DBHCHT
sangat berperan penting dalam pembiayaan di berbagai sektor, seperti sektor
kesehatan, penegakan hukum, dan kesejahteraan petani maupun pekerja di sektor
industri hasil tembakau,” tambah Firman.

Sosialisasi
menyasar seluruh kalangan masyarakat, mulai dari perangkat desa, penjual rokok
eceran, pemuda karang taruna hingga santri. Beragam metode pun digencarkan Bea
Cukai dalam sosialisasi ini, seperti sosialisasi langsung, talkshow radio
bahkan lewat sosialisasi yang dikemas dalam bentuk kesenian rebana seperti yang
dilakukan Bea Cukai di Semarang.

Kesuksesan
Bea Cukai dalam menggelar sosialisasi tentu tidak lepas dari sinergi dengan
pihak eksternal. Bea Cukai kerap bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah
Daerah serta Satpol PP dalam menggaungkan kampanye gempur rokok ilegal ini.
“Kami sangat mengapresiasi segala bentuk dukungan yang ditawarkan instansi lain
dalam membantu kami menyukeseskan operasi gempur,” ujar Firman.

Firman
mengharapkan dengan dilaksanakannya sosialisasi cukai ini masyarakat
mendapatkan pemahaman mengenai cukai rokok, semakin sadar akan bahaya rokok
ilegal, tahu cara membedakan rokok yang legal dan ilegal serta bersedia untuk
turut berperan dalam melakukan pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal.
“Harapan besarnya tentu agar dapat mengurangi angka peredaran rokok ilegal di
Indonesia,” pungkasnya. [adv]

Baca juga  Sinergi Membangun Negeri, Bea Cukai Perkuat Kerja Sama Berbagai Instansi
MicrosoftInternetExplorer4

Tinggalkan Komentar