Bea Cukai Ringkus Kakak Beradik Penerima Narkoba Asal Malaysia

Bea Cukai Ringkus Kakak Beradik Penerima Narkoba Asal Malaysia - inilah.com

Kembali
ungkap penyelundupan narkotika dengan modus barang kiriman dari Malaysia, Bea
Cukai Tanjung Emas berhasil gagalkan upaya penyelundupan 342 gr sabu melalui
barang kiriman PT. JKS Logistik Indonesia (15/09/2021). Ini merupakan penemuan
kelima setelah sebelumnya Bea Cukai Tanjung Emas berhasil menggagalkan
penyelundupan 1.002,21 gr, 148.3 gr, 441,21 gr dan 478 gr sabu dengan modus
sama yakni dimasukkan dalam false compartment.

Kepala
Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin, menjelaskan kronologi kejadian
penindakan yang dilakukan Senin lalu tersebut. Tim yang melakukan pengecekan
acak mencurigai koli tertentu yang diduga memuat barang terlarang.

“Kami
lakukan pengecekan barang secara acak pada Gudang PT JKS Logistik Indonesia
berupa kiriman dari Malaysia. Tim K-9 kemudian mencurigai koli tertentu dan
terbukti benar di dalamnya terdapat barang berupa kristal putih dimasukan ke
dalam tas kecil. Dari hasil pemeriksaan narcotest, petugas kemudian mendapati
bahwa barang tersebut benar sabu seberat 342 gr,” ungkap Anton.

Setelah
mengetahui barang tersebut merupakan narkotika, petugas gabungan bersama
Ditresnarkoba Polda Jateng bersama Tim CNT Bea Cukai Kanwil Jateng DIY dan CNT
Bea Cukai Tanjung Emas lakukan controlled delivery menuju alamat dimaksud.
Menuju Madura, tim pun menangkap pelaku yang merupakan kakak beradik di wilayah
Sumenep, Madura.

“Para
tersangka yang ditangkap oleh Polda Jateng itu dijerat Pasal 114 Ayat 2
Subsider Pasal 112 Ayat 2 juncto 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009. Ancaman hukuman
penjaranya minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun atau hukuman mati,” terang
Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng Kombes Lutfi Martadian

Penggagalan
penyelundupan sabu melalui barang kiriman ini diperkirakan telah menyelamatkan
ribuan anak bangsa nyawa dengan asumsi 1 gramnya di konsumsi oleh 4-5 orang.

“Bea Cukai
akan memastikan barang yang masuk wilayah Indonesia aman dan sesuai prosedur
yang berlaku, penyelundupan narkotika ini adalah masalah serius yang menjadi
perhatian bersama. Selain sinergi dengan instansi terkait kami selalu
tingkatkan pengawasan sebagai preventif masuknya barang serupa ke Indonesia,”
tutup Anton. [adv]

Baca juga  Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian PUPR Tahun 2022 Disetujui Komisi V DPR RI
MicrosoftInternetExplorer4

Tinggalkan Komentar