Bea Cukai Sita 3 Juta Batang Rokok Ilegal di Dumai dan Kediri

Bea Cukai Sita 3 Juta Batang Rokok Ilegal di Dumai dan Kediri - inilah.com

Untuk
mencegah peredaran barang kena cukai ilegal di masyarakat, Bea Cukai secara
aktif melaksanakan pengawasan, serta melakukan penindakan terhadap  barang ilegal yang beredar. Pada kesempatan
ini, Bea Cukai melaksanakan operasi gempur rokok ilegal di Dumai dan Kediri,
dan berhasil mengamankan sebanyak 3.019.524 batang rokok ilegal, serta 9,5
liter minuman keras ilegal.

Kepala
Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi, Tubagus Firman Hermansjah mengungkapkan
bahwa keberhasilan operasi ini merupakan sinergi antara Bea Cukai dan instansi
pemerintahan lainnya. “Bea Cukai Dumai berhasil mengamankan rokok ilegal
sebanyak 265 karton, dengan perkiraan nilai barang sekitar Rp 2,8 milyar.
Penindakan dipusatkan pada sebuah bangunan di wilayah Kecamatan Tanah Putih,
Kabupaten Rokan Hilir, pada Selasa (14/09) lalu,” papar Firman.

Sementara
operasi gempur rokok ilegal yang dilaksanakan Bea Cukai Kediri berlangsung
selama 5 hari sejak Senin (06/09), merupakan bentuk pemanfaatan Dana Bagi Hasil
Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dalam bidang penegakan hukum. Firman menjelaskan
bahwa operasi gabungan ini dilaksanakan di 8 kecamatan, antara lain Sawahan,
Ngetos, Ngluyu, Rejoso, Gondang, Lengkong, Jatikalen dan Patianrowo.

“Pada
operasi ini, berhasil diamankan rokok ilegal sebanyak 187.524 batang, dan miras
ilegal 9,5 liter. Rokok ilegal yang diamankan ini adalah rokok yang tidak
dilekati pita cukai/rokok polos. Lewat penindakan ini berhasil diamankan
sebesar Rp182.836.142, tentunya Bea Cukai mengapresiasi sinergi yang terjalin,
sehingga bisa mencegah peredaran rokok ilegal ini,” jelas Firman.

Firman
menambahkan bahwa selain melakukan penindakan atas barang kena cukai ilegal,
Bea Cukai juga mengedukasi masyarakat tentang ciri-ciri rokok/miras ilegal,
yaitu tidak dilekati pita cukai, dilekati pita cukai palsu, dilekati pita cukai
bekas, dilekati pita cukai namun tidak sesuai dengan peruntukannya, serta
dilekati pita cukai bukan milik pabrik produsennya.

“Lewat
kegiatan ini, kami berharap dapat menekan peredaran barang kena cukai ilegal di
masyarakat, serta meningkatkan kepatuhan masyarakat yang menjual ataupun
menjadi konsumen rokok dan miras, untuk memilih barang yang legal, sesuai
aturan pemerintah,” pungkas Firman. [adv]

Baca juga  PITM WTO Paris, Mendag Lutfi Siap Jembatani Negara Maju dan Berkembang
MicrosoftInternetExplorer4

Tinggalkan Komentar