Senin, 23 Mei 2022
22 Syawal 1443

Belajar Ikigai dari Orang-orang Okinawa

Fahd Pahdepie CEO inilah.com dalam event bedah buku Ikigai - inilah.com
Fahd Pahdepie CEO inilah.com dalam event bedah buku Ikigai - inilah.com

Orang-orang di Okinawa, Jepang, dikenal memiliki umur panjang dan hidup bahagia. Banyak para centanarian di sana, mereka yang berusia 100 tahun lebih. Selama beberapa dekade, para ilmuwan mencari tahu rahasianya. Ternyata mereka mengamalkan konsep yang disebut sebagai ‘ikigai’.

Ringkasnya, Ikigai adalah alasan hidup. Tujuan yang ada di kepala setiap kali mereka bangun tidur. Apapun posisi mereka di masyarakat, apapun profesi yang mereka kerjakan, orang-orang Okinawa tahu bahwa hidup harus bermakna.

Makna hiduplah yang membuat kita bahagia. Makna hidup itu memberi kita harapan untuk menjalani hari-hari, menekuni setapak demi setapak jalan untuk mencapai ‘sesuatu’. Apapun itu.

Seorang pemuda Okinawa mengaku bahwa ia ingin menjadi juara dunia tinju, maka ia berlatih keras setiap hari, untuk mewujudkan impiannya. Tapi ada juga yang alasannya sederhana: Ingin membahagiakan pelanggan yang datang ke tokonya, ingin memasak yang terbaik untuk anak dan cucu-cucunya, ingin meninggalkan sejarah keluarga yang bisa terkenang baik sampai bertahun-tahun kemudian.

Baca juga
Jokowi Resmikan Bendungan Paselloreng dan Gilireng Kabupaten Wajo

Titik Tengah

Ikigai adalah alasan yang membuat kita menjalani hidup sehari-hari. Memang ada rumusnya. Tapi rumus itu sebagai alat bantu saja agar kita bisa menemukan ikigai kita masing-masing. Konon, ikigai adalah titik tengah di antara passion, mission, profession dan vacation.

Kalau kita bisa mengerjakan apa yang kita sukai dalam hidup, sesuai kemampuan kita, itu namanya kita bekerja dengan passion. Kalau kita mengerjakan sesuatu yang dunia butuhkan, itu namanya mission. Kalau kita mengerjakan sesuatu yang kita mendapat bayaran karena dunia membutuhkannya, itu vacation. Kalau kita dibayar untuk hal-hal yang kita hebat dalam mengerjakannya, meski tak kita sukai atau dunia tak terlalu membutuhkannya, itu namanya profession.

Ikigai adalah gabungan dari semua itu. Kalau passion kita bisa jadi profession sekaligus, juga menjadi mission dan vacation. Tapi kalau begini, rasanya mencapai ikigai jadi sulit sekaligus rumit, tidak seperti cara orang-orang Okinawa.

Baca juga
Siap-Siap Baper, Drakor Soundtrack #1 Bakal Tayang 23 Maret 2022

Di Okinawa, Praktek ikigai dengan cara yang lebih sederhana. “Selama kau tahu untuk apa kau hidup, lalu kau dengan senang hati dan bersedia mengerjakannya, kau sudah menemukan ikigai-mu.” Begitu doktrinnya.

Sisanya tinggal makan makanan yang sehat, jaga kebugaran tubuh dengan terus bergerak, dan berkumpul dengan orang-orang yang kita cintai. Bisa keluarga, teman, sahabat, komunitas.

Tentu kita tak perlu ke Okinawa untuk menemukan ikigai kita. Cukup merenung, bekerja sungguh-sungguh dengan ikhlas. Saat bangun pagi, sebelum Subuh, katakan kepada diri sendiri bahwa kita mengemban tugas mulia sebagai wakil Tuhan di muka bumi. Maka kita perlu menjalankan tugas sebaik mungkin. Ini tugas resmi, bukan main-main, hal hebat apa lagi yang perlu kita minta?

Baca juga
Spekulasi Jokowi 3 Periode Berakhir

Anda boleh di Padang, Jakarta, Bandung, Kendari, atau di mana saja. Seharusnya bisa berumur panjang, hidup bahagia, bermanfaat untuk sebanyak mungkin orang. Mau?

FAHD PAHDEPIE
CEO Inilah.com

Tinggalkan Komentar