Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

Beli Saham GOTO, Telkom Tekor Triliunan, Kriminal Harus Ada yang Tanggung Jawab

Senin, 16 Mei 2022 - 07:23 WIB
Beli Saham GOTO, Telkom Tekor Triliunan, Harus Ada Tanggung Jawab

Jelang rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Telkom (Persero ) Tbk pada 27 Mei ini, ada kabar tak sedap. Perusahaan telekomunikasi pelat merah ini menumpuk kerugian super jumbo.

Aksi korporasi emiten bersandi TLKM memborong saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), berbuntut panjang. Lantaran membuat TLKM menderita tekor puluhan triliun.

Kepada Inilah.com, di Jakarta, Senin (15/5/2022), Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Prof Anthony Budiawan mengatakan bahwa kerugian investasi yang mendera Telkom haruslah ada yang bertanggung jawab.

Saat penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO), GOTO membanderol sahamnya sebesar Rp338 per lembar. Dengan harga ini, investasi Telkom di GOTO diduga merugi Rp881 miliar. Dalam perjalanannya, harga GOTO anjlok terus hingga Rp194/saham pada 13 Mei 2022. Sehingga potensi kerugian Telkom bertambah Rp3,42 triliun, menjadi Rp4,3 triliun.

Baca juga
Daftar Caleg Gagal PDIP Masuk Direksi BUMN Bertambah di Antam

Dikhawatirkan, harga saham GOTO terus merosot hingga di bawah Rp50 alias gocap, bahkan nilainya cuma Rp 1 per lembar. Kalau benar saham GOTO jadi gocap maha kerugian masyarakat menjadi Rp11,7 triliun. Sedangkan kalau bernilai Rp1 per saham maka kerugian masyarakat menjadi Rp13,3 triliun dan Telkom menjadi Rp6,4 triliun. “Ini kriminal atau bagaimana? Harus ada yang bertanggung jawab perkara ini,” tandasnya.

Sejatinya, kinerja GOTO boleh dibilang tidak bagus. Sepanjang 2020, misalnya, GOTO tekor Rp16,5 triliun. Pun demikian 9 September 2021, masih membukukan rugi Rp12,25 triliun. Anehnya, ketika rugi triliunan, GOTO justru leluasa melenggang ke lantai bursa. Menggelar IPO dengan harga Rp338 per lembar.

Baca juga
Cerita Atlet Bocah Esports Rasyah Rasyid Jadi Film MAXstream The Wonder Kid

Tentu saja, keganjilan ini haruslah bisa dijawab oleh manajemen. Bisa jadi ada kekuatan tak terlihat yang mendorong keputusan tersebut. Belajar dari kasus Jiwasraya, atau pendahulunya seperti kasus Jamsostek, salah investasi bisa berbuntut panjang. bisa jadi ada potensi moral hazard di perlu didalami aparat penegak hukum.

Sampai berita ini diturunkan, upaya Inilah.com mengonfirmasi adanya potensi kerugian Telkom dari investasi saham GOTO kepada VP Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono, tak membuahkan hasil. Pesan pendek melalui aplikasi WhatsApp (WA) dan upaya menelepon masih belum mendapat respons. [ikh]

 

Tinggalkan Komentar