Kamis, 01 Desember 2022
07 Jumadil Awwal 1444

Berakhir Menguat, Kenaikan Harga BBM Siap Benamkan Rupiah

Selasa, 30 Agu 2022 - 17:01 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Berakhir Menguat, Kenaikan Harga BBM Siap Benamkan Rupiah - inilah.com
(Foto: iStockphoto.com)

Transaksi nilai tukar (kurs) rupiah antarbank di Jakarta pada Selasa (30/8/2022) berakhir menguat. Ini terjadi lantaran koreksi turun dolar AS. Namun, jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jadi dinaikkan, mata uang garuda pun bakal kembali terbenam.

Selain koreksi dolar AS, penguatan rupiah kali ini juga lantaran pelaku pasar yang menantikan data inflasi Indonesia pada Agustus 2022.

Rupiah berakhir menguat 55 poin atau 0,37 persen ke posisi Rp14.843 per dolar AS ketimbang posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.898 per dolar AS.

“Penguatan ini hanya koreksi pada dolar AS, di mana indeks dolar telah mencapai rekor tertinggi dalam dua dekade,” kata Analis DCFX Futures Lukman Leong saat dihubungi di Jakarta, Selasa (30/8/2022).

Baca juga
Bongkar!*

Dolar sempat menyentuh level tertinggi baru dalam 20 tahun pada akhir perdagangan Senin (29/8/2022) terdorong komentar hawkish Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, mencapai 109,48 di awal sesi, level yang tidak terlihat sejak September 2002.

Powell mengatakan, dalam konferensi perbankan sentral Jackson Hole di Wyoming bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga setinggi yang diperlukan untuk membatasi pertumbuhan dan mempertahankannya untuk beberapa waktu. Tujuannya, untuk menurunkan inflasi yang berjalan lebih dari tiga kali lipat dari target The Fed dua persen.

Baca juga
Pesta Pora Perusahaan Migas di Tengah Kesengsaraan Akibat Perang Ukraina

Namun dolar melemah di perdagangan Asia pada Selasa (30/8/2022) akibat spekulasi kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB). “Bargain hunting dan risk on sentiment di bursa juga mendukung penguatan rupiah,” ujar Lukman.

Dari sisi domestik, lanjut Lukman, pelaku pasar menantikan data inflasi Indonesia untuk Agustus yang diperkirakan akan bertahan di bawah lima persen.

“Ini hal yang positif, namun rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite akan menekan rupiah,” kata Lukman.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.891 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.840 per dolar AS hingga Rp14.896 per dolar AS.

Baca juga
Sri Mulyani Ingin Segera Ucapkan Selamat Tinggal Dolar AS

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp14.875 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.887 per dolar AS.

Tinggalkan Komentar