Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

Beras Berlimpah, Menko Airlangga Pede Harga Pangan Terkendali

Senin, 23 Mei 2022 - 18:34 WIB
Beras Berlimpah, Menko Airlangga Pede Harga Pangan Terkendali
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Meski harga komoditas di pasar dunia melonjak, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis harga pangan di Tanah Air bisa terkendali, lantaran beras berlimpah tak perlu impor, malah bisa ekspor.

“Untungnya dalam tiga tahun Indonesia mampu memenuhi kebutuhannya sendiri dengan produksi beras, jadi bahan pokok tersedia di dalam negeri. Jadi kita harap Indonesia dapat melewati badai kenaikan harga pangan,” ucap Menko Airlangga dalam webinar paviliun Indonesia di pertemuan World Economic Forum (WEF), Senin (23/5/2022).

Menurut Menko Airlangga, Indonesia tidak akan terdampak langsung oleh perang Rusia dan Ukraina karena nilai perdagangan Indonesia dengan kedua negara tersebut hanya sekitar US$2 miliar dalam setahun.

Baca juga
Ungkap Momentum Emas Investasi, Menko Airlangga Rayu Investor di Forum Davos

Hanya saja sebanyak 40 persen dari total kebutuhan gandum dalam negeri diimpor dari Ukraina. “Itu akan berdampak kepada perusahaan mie kita, yang mana pada saat ini mereka dapat menyalurkan kenaikan harga gandum kepada kebaikan harga mie,” katanya.

Kenaikan harga mie diperkirakan bakal terjadi di 2022 sekalipun perusahaan mie Indonesia telah mengamankan kontrak impor gandum sampai September 2022 mendatang.

“Saat ini perusahaan dapat menyalurkan kenaikan harga gandum ke kenaikan harga mie, sehingga akan terdapat inflasi harga mie. Dalam tiga tahun terakhir kenaikan harga mie hampir nol,” ucapnya.

Selain harga pangan, Menko Airlangga bilang, pemerintah juga mengantisipasi kenaikan harga energi, terutama menjelang kuartal III 2022, ketika negara-negara di Eropa mengalami musim dingin dan membutuhkan lebih banyak energi untuk penghangat.

Baca juga
Di Tengah Konflik Rusia-Ukraina, Menko Airlangga Apresiasi Komitmen Eropa Perkuat Kerja Sama

“Kita akan melihat harga minyak naik. Ketika saya bertemu dengan menteri Arab Saudi, mereka ingin menambah produksi tapi perkiraan harga minyak masih di sekitar US$100 sampai US$110 per barel sampai akhir tahun,” katanya. [ikh]

 

Tinggalkan Komentar