Jumat, 27 Januari 2023
05 Rajab 1444

Berburu Cuan di 5 Saham Rekomendasi Indo Premier Pekan Ini

Selasa, 22 Nov 2022 - 04:30 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Mandiri Sekuritas Teropong IHSG Bertengger di 7.300 Akhir 2022 - inilah.com
(Foto: Inilah.com/Didik Setiawan)

Analis melihat potensi cuan di lima saham dalam trading hingga akhir pekan ini lantaran beberapa sentimen positif. Rekomendasi beli pun meluncur untuk saham-saham di sektor konsumer non-cylical, cyclical, industri dasar dan sektor teknologi. Saham apa saja?

Analis saham PT Indo Premier Sekuritas Mino mengatakan, terdapat empat penopang pasar saham untuk pekan, terdiri dari tiga sentimen positif pekan lalu dan satu sentimen pekan ini.

“Ketiga sentimen pekan lalu itu adalah neraca perdagangan, suku bunga acuan BI7DRR dan pertumbuhan kredit. Sementara itu pada pekan ini investor masih menunggu rilis FOMC Minutes The Fed,” katanya kepada Inilah.com dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (21/11/2022).

Neraca Perdagangan Surplus

Terkait neraca perdagangan, Mino menjelaskan kalau di bulan Oktober ekspor naik 12,3% yoy menjadi US$24,81 miliar, begitu juga dengan impor naik 17,4% yoy US$19,14 miliar. Untuk surplus neraca perdagangan di Oktober sendiri mencapai US$5,67 miliar.

“Ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan konsensus yang ekspektasinya hanya di US$4,52 miliar. Tentunya surplus neraca perdagangan ini ditopang oleh sektor non-migas. Dari awal tahun neraca perdagangan 2022 sudah surplus di US$45,52 miliar.”

Baca juga
Kompolnas Sebut Mahfud Surati Kapolri, Minta Sidang Etik Ferdy Sambo Digelar

“Ini angka yang cukup besar dan akan menjadi sentimen positif untuk Gross Domestic Product (GDP) kita karena akan tercatat sebagai penambah pertumbuhan ekonomi,” ucapnya tandas.

Kenaikan Suku Bunga BI Turunkan Ekspektasi Inflasi

Berdasarkan hasil rapat Dewan Gubernur BI tanggal 17 November 2022, Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 50 bps.

“Keputusan ini tentu saja untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini masih tinggi dan memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3,0 ± 1% lebih awal, yaitu ke paruh pertama 2023,” papar dia.

Terkait pertumbuhan kredit, Mino menguraikan, pertumbuhan kredit Oktober 2022 tercatat tumbuh 11,95% secara tahunan atau yoy yang ditopang oleh peningkatan seluruh jenis kredit di semua sektor.

“Pemulihan kinerja korporasi dan rumah tangga yang berlanjut turut menjadi penopang peningkatan kredit dan pertumbuhan kredit UMKM sebesar 17,50% yoy. Pertumbuhan kredit UMKM ini cukup besar.”

Menurut dia, pertumbuhan kredit ini sebenarnya menjadi salah satu sinyal atau indikator awal bahwa suatu ekonomi itu sehat atau tidak. “Kalau masih tumbuh artinya ekonomi suatu negara itu masih akan positif,” tuturnya.

Baca juga
Ferdy Sambo Tersangka, MUI Harap Momentum Polri untuk Berbenah

Menanti Hasil Pertemuan FOMC The Fed

Untuk pekan ini, sambung dia, investor akan menanti rilis FOMC Minutes The Fed yang sejatinya berbentuk notula rapat The Fed yang telah dilakukan sebelumnya. Investor menanti apakah The Fed akan mengendurkan kenaikan suku bunganya atau tidak.

“Sebab, rapat The Fed terakhir memutuskan untuk menaikan suku bunga 75 bps menjadi 4%,” timpal Mino.

Di pasar saat ini, menurut dia, konsensusnya sudah turun, kemungkinan naiknya di level 50 bps. “Dua bulan terakhir market kita cukup tertekan dengan sikap dari the Fed yang cukup agresif dalam menaikkan suku bunga,” terang Mino.

Jika The Fed hanya akan menaikkan suku bunga di 50 bps, akan menjadi sentimen yang cukup positif untuk pasar. Tidak hanya berdampak pada sisi sentimen, tapi juga akan berdampak pada kebijakan BI.

“Semisal The Fed menaikkan 50 bps, kemungkinan BI akan memutuskan kenaikan 25 bps. Artinya suku bunga di akhir tahun hanya akan di level 5,5%. Ini sinyal yang cukup postif,” imbuhnya tandas.

Baca juga
Ferdy Sambo Tak Akui Penembak Pertama Brigadir J Dalam Adegan Rekonstruksi

5 Saham Pilihan Pekan Ini

Tertopang sentimen positif, Mino pun merekomendasikan buy pada saham-saham berikut ini untuk trading dalam sepekan ke depan, hingga Jumat (25/11/2022):

IDX Non-cylical:

  1. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) (Support 4.520, Resistance 4710)
  2. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) (Support 740, Resistance 785)

IDX Cyclical:

  1. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) (Support 4.920, Resistance 5.125)

IDX Basic:

  1. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) (Support 2360, Resistance 2410);

IDX Technology:

  1. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) (Support 212, Resistance 240).

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar