Minggu, 29 Januari 2023
07 Rajab 1444

Berburu Investasi Rp1.400 Triliun, Menteri Bahlil Pasang Jurus Rendah Hati

Selasa, 24 Jan 2023 - 22:58 WIB
Tangkapan layar Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers capaian realisasi investasi triwulan IV di Jakarta, Selasa (24/1/2023). (Foto: Antara/Kementerian Investasi-BKPM).

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia punya jurus khusus guna meraih target investasi Rp1.400 triliun pada 2023.

Salah satunya yakni memberi pelayanan dan pengawalan terbaik tanpa jadi bossy (bergaya seperti bos). “Yakinlah bahwa kami mempunyai formulasi strategi yang mampu menarik investor. Caranya apa, pertama, kita jangan menjadi bossy. Kami, kementerian ini nggak boleh jadi bossy. Kalau selama ini investor yang cari kita, kita sekarang bagaimana mencari investor. Kita urus mereka, kita kawal mereka,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Menteri Bahlil mengatakan, Kementerian Investasi akan melakukan promosi yang baik, termasuk soal kemudahan perizinan berusaha di Tanah Air. Tidak hanya itu, pemerintah juga akan memberikan pengawalan hingga tahap konstruksi dan produksi.

Baca juga
Menguji Kesaktian Kenaikan Suku Bunga BI Menahan Gempuran Inflasi

“Siklus investasi itu adalah promosi, kemudian kita yakinkan mereka soal FS (feasibility study/studi kelayakan) dari bisnis itu, kita kawal mereka sampai perizinan, sampai dengan financial closing kalau dibutuhkan surat pemerintah untuk berikan jaminan, hingga konstruksi dan bagaimana kita mengawal mereka sampai produksi,” katanya.

Dia mengingatkan pula agar semua tahapan tidak boleh dipersulit dengan “gerakan tambahan” dari oknum tidak bertanggung jawab.
“Jangan dipersulit, jangan bikin gerakan tambahan. Dulu saya selalu katakan urus izin di republik ini hanya Tuhan dan tukang ketik surat dan tukang tanda tangan surat yang tahu. Sekarang kita sudah pakai OSS,” katanya.

Baca juga
Meroket 149 Persen, Realisasi Investasi Purwakarta Keren

Di sisi lain, Bahlil menilai tercapainya target realisasi investasi pada 2022 sebesar Rp1.200 triliun juga merupakan dampak dari UU Cipta Kerja. Meski UU tersebut kerap dicibir hingga akhirnya dinyatakan inkonstitusional oleh Mahkamah Konstitusi, namun capaian investasi 2022 disebutnya merupakan bukti nyata buah kebijakan tersebut.

“Kita fair saja, dampak UU Cipta Kerja itu betul-betul mempunyai efek domino yang luar biasa baik bagi investor asing maupun investor dalam negeri. Inilah kuncinya. Kalau ada yang tanya apa untungnya UU Cipta Kerja, sorry kalau nggak ada UU ini bagaimana target pertumbuhan bisa tercapai. Bagaimana bisa realisasi investasi begini?” katanya.

Baca juga
Akuntan Bakal Terganti oleh Teknologi?

Kementerian Investasi mencatat realisasi investasi sepanjang Januari-Desember 2022 mencapai Rp1.207,2 triliun, tumbuh 34 persen dibandingkan capaian tahun 2021. Angka tersebut juga berhasil melampaui target yang diminta Presiden Jokowi sebesar Rp1.200 triliun.

 

Tinggalkan Komentar