Selasa, 04 Oktober 2022
08 Rabi'ul Awwal 1444

Bercermin dari Anggota DPR Harvey Malaiholo, Ini Efek Kebanyakan Nonton Video Porno

Jumat, 15 Apr 2022 - 03:44 WIB
Video Porno
(ilustrasi)

Kasus anggota DPR dari Fraksi PDIP yang tertangkap kamera tengah menonton video porno menjadi pembicaraan publik akhir-akhir ini. Konten pornografi saat ini mudah diakses, tak hanya orang dewasa tetapi juga anak-anak. Ini patut menjadi keprihatinan bersama mengingat efek buruk dari kebiasaan tersebut.

Politisi yang juga mantan penyanyi Harvey Malaiholo adalah sosok anggota DPR yang diduga menonton video porno saat menghadiri rapat tentang vaksin. Foto pelantun lagu ‘Jerat’ tengah menonton video tak senonoh itu pun viral di media sosial.

Dalam klarifikasinya kepada Ketua Fraksi dan Sekretaris Fraksi PDIP, anggota Komisi IX DPR itu menyesal sampai menangis mengingat kejadian ini bukan hanya membuat malu dirinya, tetapi juga fraksi yang menaunginya.

Menonton film porno di Indonesia memang dianggap tabu. Meskipun faktanya banyak orang yang menghabiskan waktu untuk menonton konten dewasa ini. Ada yang bilang menonton video porno adalah hal yang wajar saja bagi orang dewasa. Bahkan disebut-sebut bisa menjadi penghilang stres dan melepaskan hormon bahagia.

Hanya saja banyak pakar yang satu pendapat bahwa kebiasaan menonton film porno mengganggu kesehatan mental dan perilaku. Apalagi terhadap orang di bawah umur. Sering kita baca di media massa, pelaku pemerkosaan terutama para remaja terinspirasi dari menonton film porno.

Sebabkan Kecanduan

Orang yang terlalu banyak menonton film porno bisa jadi memiliki hubungan seksual yang kurang berhasil dalam kehidupan nyata. Atau orang yang memiliki fantasi seks yang berlebihan yang jauh dari realitasnya. Awalnya hanya penasaran dan menjadi pelarian kemudian seperti halnya narkoba, nonton video porno bisa menimbulkan kecanduan.

Baca juga
DPR Akhirnya Setuju Duit Negara Rp4,3 T untuk Nombok Kereta Cepat China

Kecanduan merupakan minat kuat yang kembali muncul pada sesuatu. Ini adalah kondisi medis yang mengubah otak dan tubuh dan menyebabkan orang tersebut merasa terdorong untuk terus menggunakan suatu zat atau mengambil bagian dalam suatu aktivitas, meskipun hal tersebut dapat membahayakan dirinya.

Sebagian besar penelitian tentang kecanduan menunjukkan bahwa kecanduan mengaktifkan daerah di otak yang terkait dengan motivasi dan penghargaan. Secara khusus, kecanduan mengubah sistem dopamin atau hormon bahagia dalam tubuh.

Kecanduan juga memengaruhi aspek-aspek lain di otak, mengubahnya secara terus-menerus, dan semakin mempersulit orang tersebut untuk menghindari zat atau perilaku yang membuat ketagihan. Jadi kalau sudah kecanduan tentu akan lebih berat untuk melepaskan dari ketergantungannya.

Seseorang dengan kecanduan dapat disusul dengan kebutuhan untuk mengkonsumsi secara terus menerus film porno. Bahkan mereka mungkin menontonnya tanpa peduli di mana ia berada seperti di tempat umum, di angkutan umum atau di tempat kerja seperti yang dilakukan anggota DPR tersebut.

Kecanduan pornografi kemungkinan besar merupakan gangguan perilaku, yang ditandai sebagai hiperseksual. Hal ini mirip dengan gangguan perilaku seksual lainnya seperti masturbasi berlebihan dan cybersex.

Baca juga
Buntut 'Curi Start Kampanye', PDIP Semakin Yakin Singkirkan Ganjar

Efek Buruk

Karena pornografi sangat mudah diakses, mudah bagi seseorang untuk menjadi kecanduan pada materi erotis. Ada beberapa dampak kecanduan pornografi yang bisa menimpa pelakunya.

1. Mempengaruhi Keintiman dengan Pasangan

Mengutip Verywellmind, kecanduan video dewasa dapat mempengaruhi keintiman dengan pasangan. Pria yang sering menonton konten pornografi cenderung menarik diri secara emosional dari pasangannya. Pada akhirnya dapat berkontribusi pada berkurangnya keintiman di antara pasangan.

2. Mempengaruhi Kepuasan Seks

Ketika seseorang terus-menerus melihat tubuh dan hubungan intim orang lain, tidak jarang kemudian mulai membanding-bandingkannya. Mereka mungkin mulai menganggap penampilan fisik dan kemampuan seksual pasangannya lebih lemah, berbeda dengan pekerja seks profesional.

Orang dengan kecanduan pornografi juga dapat memberikan tekanan yang tidak sehat pada kinerja hubungan seksual secara signifikan. Sementara mereka terus-menerus melihat orang-orang melakukan hubungan seks, orang ini mungkin merasa bahwa kehidupan seks mereka mungkin terasa kurang memuaskan.

3. Menggangu Produktivitas

Kebanyakan menonton konten dewasa bisa sangat mengganggu kegiatan keseharian. Pada akhirnya dapat menghambat produktivitas di tempat kerja, di rumah, dan di lingkungan sosial.

Kebutuhan untuk menonton orang lain melakukan hubungan intim bisa menjadi lebih penting daripada pertemuan yang dijadwalkan dengan klien, menghadiri janji dengan dokter, atau bahkan meluangkan waktu yang sangat dibutuhkan untuk bersantai dan menikmati hari.

4. Gangguan Kesehatan Mental

Memiliki hasrat yang tinggi untuk materi erotis telah dikaitkan dengan gangguan kecemasan. Selain itu, gangguan hiperseksual ini juga dapat menyebabkan gangguan mood dan bahkan tantangan penyalahgunaan zat.

Baca juga
Psikolog Ungkap Beda Burnout dengan Stres

Studi terbaru menunjukkan bahwa efek pornografi pada otak manusia jauh lebih serius daripada yang diperkirakan sebelumnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menonton film porno yang berlebihan sebenarnya dapat merusak otak, seperti dilansir Medical Daily.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health menyebutkan, terlalu banyak menonton film porno dan sering melakukan masturbasi dapat menyebabkan disfungsi seksual baik pada wanita maupun pria.

5. Harga Diri dan Frustasi

Mereka yang kecanduan video porno akan merasa frustrasi atau malu setelah menonton film porno tetapi terus melakukannya. Ada keinginan berhenti menggunakan pornografi tetapi merasa tidak mampu melakukannya.

Memahami efek samping dari konsumsi pornografi adalah langkah pertama untuk dapat mengendalikannya. Tinggal sekarang bagaimana tekad untuk berubah menjadi lebih baik demi kesehatan seksual dan kesehatan mental Anda. [ikh]

Tinggalkan Komentar