Rabu, 17 Agustus 2022
19 Muharram 1444

Berkah Sawit di Lahan Gambut untuk Infrastruktur

Minggu, 22 Mei 2016 - 04:45 WIB
Penulis : Iwan Purwantono

INILAHCOM, Labuanbatu Selatan- Tak semua lahan gambut yang ditanami kelapa sawit menjadi biang kerok kasus kebakaran hutan&lahan di 2015. Yang ada justru sebaliknya.

Bandung Sahari, Ketua bidang Riset Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengingatkan, persepsi bahwa sawit di lahan gambut adalah pemicu kebakaran hutan&lahan, sangatlah tidak mendasar. Bahkan tak lebih dari kampanye hitam atau black campaign.

"Ingat, Indonesia adalah produsen sawit terbesar di dunia. Namun tak mudah mempertahankan status ini. Banyak black campaign yang dilakukan terhadap sawit dan lahan gambut," papar Bandung saat berkunjung ke rumah Bupati Labuanbatu Selatan, Sumatera Utara, Jumat (20/5/2016).

Kata Bandung, keberadaan komoditas sawit di lahan gambut justru berdampak posittif. Bisa menggerakkan perekonomian daerah khususnya mengerek naik kesejahteraan rakyat. Sejumlah perkebunan yang dikelola PTPN IV serta masyarakat terbukti aman-aman saja. "Di Ajamu dan Meranti Paham milik PTPN IV, aman-aman saja. Demikian pula perkebunan sawit di lahan gambut milik PT Socfin Indonesia dan perkebunan rakyat, tidak ada masalah. Karena semuanya dikelola dengan baik, harus ada management water," tutur Bandung.

 

Saat ini, lanjut Bandung, periode penanaman sawit di Kebun Ajamu PTPN IV masuk siklus ke 3, sementara di PT Socfin masuk siklus ke-4. Artinya, budi daya sawit di lahan gambut di Sumatera terbukti aman dari kebakaran.

"Indonesia memiliki 14,9 juta hektar lahan gambut. Hanya 1,5 juta hektar yang ditanami sawit. Jadi, tidak logis kalau gambut disebut sebagai biang kerok kebakaran hutan," papar Bandung.

"Yang jelas, sawit berhasil mensejahterakan jutaan rakyat Indonesia. Mendorong pembangunan dan perekonomian di daerah bisa berlari cepat," lanjutnyaa.

Ya, Bandung benar. Berkat budi daya kelapa sawit, berdampak kepada membaiknya infrastruktur di Kabupaten Labuanbatu Selatan. Lima industri sawit yakni PT  Asem Jawa, PT Supra Matra Abadi (Asian Agri), PT Herpinta, PT Abdi Budi Mulya (ABM), PT Milano (Wilmar) menjalin kerja sama dengan Pemkab Labuanbatu Selatan dalam pembangunan infrastruktur.  

Kelima industri sawit ini membangun jalan beton sepanjang 24 kilometer dengan lebar 5,5 meter. Dari Simpang Jalan Nasional, Desa Asem Jawa menuju Desa Teluk Panja, Kecamatan Kampung Rakyat. Di mana, biaya pembangunan jalan beton per kilometernya mencapai Rp 2 miliar. [ipe]