Kamis, 07 Juli 2022
08 Dzul Hijjah 1443

Berkat PON XX, Jaringan Internet di Papua Bakal Ngebut

Jumat, 24 Sep 2021 - 06:36 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Berkat PON XX, Jaringan Internet di Papua Bakal Ngebut  - inilah.com

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan optimistis penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua akan berlangsung dengan baik. Sepert halnya dalam penyelengaraan kapasitas atau bandwidth sebesar 11 Gbps untuk mengamankan jaringan internet saat PON XX yang akan dimulai pada 2 Oktober mendatang.

“Menyiapkan jaringan, dalam hal ini jaringan peta lebar untuk mendukung penyelenggaraan PON, di saat yang bersamaan juga tetap melayani kebutuhan harian pemerintahan dan masyarakat seperti sebelum PON ditambah dengan kebutuhan PON kapasitasnya 11 Gbps,” ujar Menteri Johnny dalam temu media di Media Center cluster kabupaten Jayapura di Sentani, Jayapura, Papua, Kamis.

Kominfo juga telah memiliki rencana cadangan untuk mengantisipasi gangguan mengingat wilayah daratan dan lautan Papua yang luas.

Baca juga
Menkominfo Kecam Penembakan 8 Pekerja Tower BTS di Papua oleh KKB

“Sehingga Telkom dan Kominfo juga sudah merancang back up jaringan telekomunikasi untuk mendukung PON dan kegiatan masyarakat serta pemberitaan di saat bersamaan,” kata Menkominfo.

Kominfo dan Telkom telah bekerjasama dengan operator-operator kabel optik internasional untuk back up jaringan yang ada saat ini dari Jayapura ke arah barat sampai ke Jakarta.

Menteri Johnny mengungkapkan Kominfo mengantisipasi gangguan dengan menggunakan jalur cadangan Jayapura – Madang – Port Moresby – Guam – Manado sebagai alternatif pertama, dan Jayapura – Madang – Port Moresby – Sydney – Batam sebagai alternatif kedua.

“Dukungan dari sisi infrastruktur telekomunikasi tersedia cukup dan memadai. Kami pastikan layanan untuk PON mudah-mudahan aman,” ujar Johnny.

Baca juga
Pemerintah Mendorong Pers Berkelanjutan, Bagaimana Caranya?

Namun demikian, Menkominfo mengungkapkan ada potensi terganggunya telekomunikasi dalam dua bentuk.

Bentuk yang pertama adalah akibat dari kejadian alam, seperti misalnya terjadi aktivitas vulkanis bawah laut, yang akan mengganggu keseluruhan jaringan.

“Sehingga jika itu terjadi, kita punya back up melalui Port Moresby – Guam – Manado atau melalui Jayapura – Madang – Port Moresby – Sydney – Batam, jadi kita sudah siapkan jaringan back upnya,” kata Menkominfo.

Potensi kedua, menurut Menkominfo, adalah ulah manusia sendiri, misalnya kekeliruan di dalam penggelaran anchoring kabel laut, di mana kabel bisa juga putus akibat dari jangkar.

“Ulah manusia ini selain akibat jangkar, juga dengan sengaja, ini yang saya minta untuk jaga bersama-sama jangan sampai ada gangguan jaringan telekomunikasi karena ulah kita, misalnya vandalism, merusak, membuat rusak infrastruktur,” kata Menteri Johnny.

Baca juga
Kominfo: Tak Harus Beli TV Baru untuk Nikmati Siaran Digital

“Karena Pon ini dilakukan di empat cluster, maka jaringan telekomunikasi pun berpusat di empat kluster, sehingga tentu komunikasinya tidak gampang dan harus dijaga dengan baik,” dia menambahkan.

Tinggalkan Komentar