Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

Berkawan dengan Petani, Astra Agro Hasilkan Pendapatan Besar

Berkawan dengan Petani, Astra Agro Hasilkan Pendapatan Besar
Presdir AALI Santosa (Kiri), Direktur AALI Mario CS Gultom.

Sepanjang 2021, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mampu meningkatkan produksi tandan buah segar (TBS). Alhasil pendapatan perusahaan naik 29,3%.

Peningkatan produktivitas ini, terwujud karena kerja keras serta komitmen perseroan dalam membangun kemitraan dengan petani. Artinya, strategi Astra Agro ‘berkawan’ dengan petani mampu menghasilkan kuntungan besar.“Program kemitraan perseroan telah berjalan dengan sangat baik di tahun 2021,” kata Presiden Direktur AALI, Santosa dalam Public Expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) secara virtual, Rabu (13/4/2022).

Dampak positif dari kemitraan yang dibangun perseroan, menurut Santosa, terlihat dari peningkatan TBS pihak ketiga sebesar 25,6% menjadi 3,27 juta ton, dibandingkan tahun 2020 sebanyak 2,61 juta ton. Sepanjang 2021, perseroan memproduksi total minyak mentah sawit (CPO) sebanyk 1,47 juta ton. Atau meningkat 3,1% dibandingkan produksi CPO pada tahun sebelumnya.

Baca juga
Petani Sawit Sudah 'Berdarah-darah', Kemenkeu Baru Akan Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Untuk penjualan minyak sawit dan turunannya, anjlok 5,6%, dari 2,03 juta ton pada 2020 menjadi 1,91 juta ton pada 2021.  Kendati demikian, Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp1,97 triliun pada 2021.

Kenaikan tersebut ditopang pendapatan Perseroan yang meningkat dari Rp18,81 triliun pada 2020 menjadi Rp24,32 triliun pada 2021, atau naik 29,3%. “Peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan harga jual rata-rata CPO sebesar 32,2% menjadi Rp11.294/kg dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar Rp8.545/kg,” lanjut Santosa.
Harga jual rata-rata kernel juga mengalami peningkatan sebesar 67,4% menjadi Rp7.305/kg pada 2021 dari Rp4.365/kg pada 2020.

Dampak positif kemitraan semakin meyakinkan Perseroan untuk terus memperkuat kerja sama dengan petani sawit mitra. Sejalan dengan program digitalisasi yang sudah dijalankan sejak 2018, fase baru implementasi teknologi digital mulai menyentuh petani yang menjadi mitra Perseroan. Pelayanan terhadap petani mitra diharapkan semakin baik.

Baca juga
Melonjak 71 Persen, Bank Permata Kantongi Laba Bersih Rp1,2 Triliun di 2021

Perseroan berkomitmen dalam menjalankan tata kelola berkelanjutan. Sebagai landasan, Perseroan memiliki sustainability policy dimana diimplementasikan dalam rencana aksi 5 tahun yakni 2021-2025 yang juga menjadi panduan dalam mencapai target penerapan keberlanjutan dan dampak positif pada ekosistem yang lebih luas.

Tinggalkan Komentar