Jumat, 27 Januari 2023
05 Rajab 1444

Berlindunglah kepada Allah

Senin, 21 Nov 2022 - 05:41 WIB
Al Quran

“Apabila kamu membaca Alquran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl [16]: 98)

Alquran memerintahkan kepada kita untuk membaca ta’awudz atau isti’adzah tersebut adalah kalimat: Audzubillahimiminasyaitonirojim Bismillahirrahmanirrahim.

Muhammad Mahmud al-Hijazi dalam Al-Tafsir Al-Wadhih menjelaskan bahwa makna isti’adzah adalah permohonan perlindungan kepada Allah SWT secara sungguh-sungguh.

Melalui perlindungan dari Allah tersebut, pada gilirannya setan akan hengkang dari sisi si pemohon. Dengan demikian bisikan keraguan pun akan hilang. Walhasil, hati seseorang akan menjadi ikhlas, dan amalnya ditujukan hanya kepada Allah Swt semata.

Rangkaian kalimat isti’ adzah atau ta’awwudz tersebut biasa diterjemahkan dengan, “Aku berlindung kepada Allah dari (godaan) setan yang terkutuk”.

Pertanyaannya kemudian, kenapa kita mesti meminta perlindungan kepada Allah sebelum membaca Alquran? Bukankah Alquran kitab suci dan bacaan mulia yang di dalamnya terdapat ayat-ayat Allah yang memiliki nilai tinggi dan Allah sudah menjamin untuk selalu menjaganya?

Baca juga
Lantunan Qur'an Surat Al Hujurat 13 dan Pesan Kemanusiaan dari Piala Dunia Qatar 2022

Mayoritas ulama berpendapat bahwa permohonan kepada Allah bertujuan untuk melindungi kita dari setan ketika membaca Alquran. Karena setan merupakan sosok makhluk yang begitu lihai dalam melancarkan tipu daya kepada manusia.

Tipu daya tersebut bisa berupa bisikan halus ke dalam hati manusia agar enggan membaca Alquran, bisa juga berupa bujuk rayu untuk meragukan Alquran. Dan yang paling berbahaya adalah godaan untuk meninggalkan Alquran, serta mengabaikan ajaran Alquran dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Inilah alasan yang dikemukakan oleh para ulama, mengapa kita diperintahkan untuk selalu memohon perlindungan kepada Allah ketika hendak berinteraksi dengan Alquran, baik membaca, mempelajari, mengkaji bahkan mengamalkannya.

Dengan memohon perlindungan kepada Allah, maka kita berharap agar Allah selalu menjaga pada saat kita berinteraksi dengan Alquran, baik ketika hendak membaca, pada saat membaca dan setelah membacanya.

Baca juga
Nikmat tidak Terhingga

Permohonan perlindungan kepada Allah juga dimaksudkan agar kita diberi kemantapan hati dan keteguhan jiwa, sehingga tidak mudah goyah oleh bisikan keraguan yang dihembuskan setan.

Ketidakraguan terhadap Alquran sudah hilang dari diri kita, dan berganti dengan keyakinan jiwa serta kemantapan hati yang kokoh, maka pada saat itulah interaksi kita dengan Alquran akan terjalin indah.

Kita akan merasakan nikmatnya bergaul dengan Alquran ketika perlindungan Allah melingkupi seluruh kita. Tidak ada lagi syak wa sangka terhadap Alquran. Yang ada tinggallah jalinan harmonis antara kita dengan Alquran.

Sungguh, betapa nikmatnya hidup di bawah naungan Alquran. Dan nikmat ini tidak akan pernah bisa dipahami kecuali oleh orang-orang-orang yang sudah benar-benar merasakannya. Demikian ungkap Sayyid Quthb, penulis Kitab Tafsir Fi Dhilal Alquran.

Baca juga
Turki Kutuk Keras Aksi Pembakaran Alquran di Swedia

Untuk itu, sebagai langkah awal kita agar dapat menikmati jamuan Allah (ma’dubatullah) ini, yaitu Alquran, yang pertama kali harus kita lakukan adalah ber-isti’adzah, memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.

Dengan perlindungan serta penjagaan dari Allah itulah kita akan dapat berinteraksi dengan Alquran secara baik. Dan pada gilirannya, jalinan harmoni yang kita bangun dengan Alquran ini akan melahirkan rasa nikmat yang luar biasa.

Hari-hari kita yang selalu dinaungi oleh Alquran akan menjadi hari-hari yang penuh dengan keberkahan dan keselamatan. So, berlindungan kepada Allah! [Didi Junaedi, Qur’anic Inspiration]

Tinggalkan Komentar