Sabtu, 25 Juni 2022
25 Dzul Qa'dah 1443

Bertemu Menko Airlangga, IBM Berniat Dirikan ‘Hybrid Cloud Academy’ di Batam

Rabu, 22 Jun 2022 - 13:56 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Bertemu Menko Airlangga, IBM Berniat Dirikan ‘Hybrid Cloud Academy’ - inilah.com
Foto: ekon.go.id

International Business Machines Corporation atau IBM menyampaikan niat untuk menjalin kerja sama bidang teknologi digital di Indonesia. Salah satunya, rencana pendirian lembaga pelatihan Hybrid Cloud Academy di pulau Batam.

Hal itu terungkap saat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan General Manager IBM Asia Pacific Paul Burton di Jakarta, Selasa (21/6/2022). Pertemuan tersebut di antaranya bertujuan untuk memperkenalkan General Manager IBM Asia Pacific yang baru dan membahas berbagai peluang kerja sama dengan IBM, termasuk akademi Hybrid Cloud. Tujuannya, untuk pengembangan ekonomi dan transformasi digital di Indonesia.

Menurut General Manager Burton, Hybrid Cloud Academy akan menyediakan program training di bidang cloud development and administration. “Lembaga ini akan mencetak lulusan dengan keahlian digital yang relevan dan dibutuhkan saat ini,” ujar Burton.

IBM juga tertarik untuk mendukung pengembangan data center di Indonesia, khususnya yang terkait dengan security operation center, serta training of trainer di bidang cyber skill. Dalam waktu dekat, General Manager Burton akan berkunjung ke Batam untuk menjajaki rencana pembangunan lembaga pelatihan dimaksud.

Baca juga
Relawan Perbatasan RI-RDTL Deklarasi Dukung Airlangga Presiden

Menko Airlangga berharap berbagai potensi kerja sama dengan IBM dapat terlaksana sesuai dengan rencana, sehingga dapat semakin meningkatkan potensi ekonomi digital Indonesia dan akan mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan rendah karbon (ekonomi hijau).

“Saya menyambut baik rencana IBM terkait pengembangan talenta digital yang diharapkan dapat mendukung upaya penciptaan SDM dengan keahlian yang diperlukan oleh dunia usaha dan industri (matching supply and demand of labor force), mengingat bahwa Indonesia membutuhkan sekitar 600.000 talenta digital setiap tahunnya. IBM juga diharapkan dapat ikut mendorong on-boarding UMKM ke platform digital dalam rangka meningkatkan nilai ekonomi digital Indonesia,” tutur Menko Airlangga.

Lebih jauh Airlangga menegaskan, sebagai peluang dan kunci dalam percepatan pemulihan serta peningkatan daya tahan ekonomi nasional, transformasi digital di Indonesia menjadi penting untuk semakin dikembangkan.

Baca juga
Lepas 20 Bus Mudik Gratis, Airlangga Ingatkan Tetap Jaga Prokes

Potensi pengembangan ekonomi digital Indonesia didukung pula oleh jumlah populasi terbesar ke-4 di dunia, yang sebagian besar adalah penduduk usia produktif dan didominasi oleh Generasi Y/Millenials dan Generasi Z.

Pada kesempatan ini, Menko Airlangga menyampaikan secara singkat perkembangan transformasi dan ekonomi digital di Tanah Air yang selama ini menunjukkan kinerja positif.

Nilai ekonomi digital/internet Indonesia di tahun 2021 tercatat sebagai yang tertinggi di Asia Tenggara, yakni sebesar US$70 miliar, dan diperkirakan mampu mencapai US$146 miliar pada tahun 2025. Selain itu, 40% pangsa pasar ekonomi internet Asia Tenggara berada di Indonesia.

Sektor yang menjadi penopang utama ekonomi digital di Indonesia adalah e-commerce, di mana tahun lalu nilainya mencapai US$53 miliar, dan diprediksi pada tahun 2025 akan naik menjadi US$104 miliar.

Baca juga
Airlangga: Indonesia Akan Bentuk Bullion Bank

“Pelaksanaan tranformsi digital di Indonesia saat ini di antaranya mencakup pembangunan sarana infrastruktur, baik fisik maupun digital, termasuk pengembangan jaringan 5G, pembangunan sejumlah data center, rencana pengadaan low orbital satellite untuk menyediakan layanan internet sampai ke pelosok Indonesia, serta penerapan program Indonesia 4.0 dalam mendukung perkembangan industri nasional,” ungkap Menko Airlangga.

Telah dikembangkan pula sejumlah sub-sektor ekonomi digital, seperti healthtech (telemedicine), fintech, edutech, serta pelaksanaan program Kartu Prakerja. Program ini melibatkan 115 lembaga pelatihan online dan telah diikuti oleh lebih dari 12 juta orang.

Tinggalkan Komentar